tobapos.co – Pelaku pembacokan anggota Pemuda Batak Bersatu (PBB) Riduan Hutasoit (37) yang terjadi pada, Senin, 31 Agustus 2020 kemarin, diduga seorang bandar narkoba.
Riduan Hutasoit (37) yang tinggal di Jalan Jermal Raya Lingkungan 7, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan itu menjadi korban pembacokan sekira Pukul 23.45 WIB.
Menurut keterangan Riduan Hutasoit kepada tobapos.co, Rabu (2/9/2020) mengatakan, peristiwa pembacokan itu terjadi persis di belakang kantor Lurah Pekan Labuhan di Jalan KL Yos Sudarso, Kecamatan Medan Labuhan.
Akibat pembacokan itu, Riduan terpaksa harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Bina Kasih Jalan TB Simatupang Sunggal (foto).
Diceritakannya, kejadian itu bermula pada saat korban menemani rekannya Rio Simanjuntak hendak menebus sepedamotor rekannya yang sebelumnya dicuri dan telah digadaikan pelaku kepada seorang penadah di Pekan Labuhan.
“Kami dapat informasi bahwasanya sepedamotor Rio Simanjuntak yang sebelumnya dicuri oleh Agus dan Ramzy digadaikan di Pekan Labuhan. Nah malam itu sebenarnya kami berniat mau menebus sepeda motor itu. Tapi kami malah diserang secara membabi-buta hingga saya kena bacok,”ujar Riduan.
Kata Riduan lagi, “Bahwa pelaku pembacokan tersebut ternyata dilakukan seorang pria yang diduga seorang bandar sabu,”terangnya.
Sebelum peristiwa pembacokan itu terjadi, rekan korban bernama Rio Simanjutak sebelumnya kehilangan sepedamotor. Pelakunya adalah tetangganya sendiri bernama Agus dan Ramzy.
Mereka pun menangkap kedua maling sepedamotor itu lalu diserahkan ke Mapolsek Medan Labuhan.
“Kedua pelaku pencuri sepeda motor itu sudah kami serahkan ke Polsek Medan Labuhan malam itu juga. Setelah itu kami pergi untuk menebus sepedamotor itu. Tapi kami malah diserang hingga saya kena bacok,” ungkap Riduan dengan nada sedih.
Untuk itu sebagai warga negara yang taat hukum, Riduan berharap kepada aparat penegak hukum agar segera menangkap pelaku pembacokan dirinya yang disebut merupakan seorang bandar narkoba.
“Saya berharap Polisi segera menangkap pelaku pembacokan. Karna dia penadah sepeda motor hasil curian itu,” ungkap Riduan.

Sementara itu, Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Edy Safari, SH kepada wartawan sebelumnya mengatakan, bahwa kasus pencurian sepedamotor itu sudah mereka tangani. Hanya saja, korban pembacokan belum membuat laporan.
“Sampai saat ini, belum ada korban atau keluarganya yang buat laporan. Kalau ada yang melapor, tentu akan kita tindaklanjuti,” tegas Edy Safari.
Terpisah, Ketua PBB DPD Sumut, Martin Siahaan, SH saat di konfirmasi tobapos.co, terkait laporan kasus pembacokan yang dialami anggotanya bernama Riduan Hutasoit. Rabu (2/9/2020) mengatakan, korban telah membuat Laporan Polisi pada, Selasa, 1 September 2020.
“Korban sudah buat LP pada hari Selasa, 1 September 2020,”beber Martin Siahaan.
Ditanyakan, apa harapan dan langkah selanjutnya terkait peristiwa pembacokan yang dialami anggota PBB Riduan Hutasoit.
“Kita tetap percayakan kasus ini kepada aparat penegak hukum. Tentunya dengan harapan, pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,”tegas Martin.
Namun, bila Kapolres Belawan tidak merespon laporan tersebut, maka dengan sangat terpaksa ribuan massa PBB akan mendatangi Polres.
“Bila Kapolres tidak merespon laporan kami, maka ribuan massa akan kita kerahkan. Kita akan menutup semua judi yang ada di Belawan. Kita tahu di Belawan ini marak judi togel, judi tembak ikan dan narkoba. Apalagi Kapolda Sumut sendiri telah menyatakan tidak ada tempat untuk judi dan narkoba di Sumut,” pungkasnya. (Sofar Panjaitan)