Transformasi Jaktour, Novita: Asesmen Digelar untuk Mencari Orang yang Tepat

Headline Pemerintahan

tobapos.co – PT Jakarta Tourisindo (Jaktour) melaksanakan kegiatan asesmen bagi karyawan pada Jumat (27/11) di Ruang Gambir, Grand Cempaka Business Hotel, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Untuk tahap pertama, sebanyak 38 karyawan akan mengikuti proses asesmen yang akan diselenggarakan dengan menggandeng PT. Pengembangan Sumberdaya Indonesia (PT PSI) sebagai konsultan SDM.

“Ini kami lakukan untuk memastikan objektivitas penilaian. Asesmen menjadi bagian dari upaya transformasi perusahaan yang saat ini sedang dijalankan Jaktour,” kata Dirut Jaktour, Novita Dewi di Jakarta, Jumat (27/11/2020).

Dijelaskan Novita, kegiatan asesmen dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes). Diantaranya menyediakan hand sanitizer, memeriksa suhu tubuh sebelum memasuki ruangan dan wajib menggunakan masker baik peserta maupun panitia asesmen.

‘Asesmen akan diikuti oleh seluruh karyawan secara bertahap dengan dua bentuk penilaian. Yaitu penilaian oleh konsultan untuk level supervisor hingga General Manager dan penilaian oleh internal Jaktour untuk level staf,” jelas Novita.

Masih kata Novita, asesmen dengan konsultan akan dilakukan dengan dua tahap. Tahap pertama yaitu asesmen di level Executive Assistant Manager, Senior Manager/General Manager dengan menggunakan metode Assessment Center untuk melihat kompetensi para karyawan dan menempatkan karyawan di posisi yang tepat sesuai kompetensinya.

Tahap kedua yaitu asesmen di level supervisor dan manager dengan menggunakan metode Assessment Potential Review (Screening) untuk memotret potensi karyawan.

“Tujuan dari asesmen adalah mencari tahu potensi seseorang dan menempatkannya pada posisi yang sesuai dengan potensi karyawan tersebut. Asesmen menjadi kebutuhan penting bagi Jaktour saat ini. Mengingat kami sedang melakukan transformasi perusahaan. Transformasi perusahaan membutuhkan kinerja karyawan yang mampu bekerja cepat dan tepat sasaran sehingga perlu kita pastikan karyawan yang tepat berada di posisi yang sesuai,” jelas Novita.

Lebih lanjut, Novita menambahkan bahwa asesmen menjadi barometer dan masukan bagi manajemen untuk menilai potensi-potensi apa yang perlu ditingkatkan. Dan program pengembangan seperti apa yang akan sesuai dengan kondisi karyawan.

“Saya yakin karyawan mampu mengembangkan diri dan mampu beradaptasi dengan perubahan-perubahan positif yang sama-sama akan kita wujudkan,” tambahnya.

Transformasi Jaktour menjadi semakin signifikan karena adanya urgensi untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Jakarta setelah adanya pandemi Covid-19.

Jaktour telah melakukan partisipasi aktif pada sektor kesehatan Jakarta dengan menyediakan akomodasi bagi tenaga kesehatan yang saat ini sedang berjuang menangani pandemi Covid-19.

Kontribusi Jaktour tidak lepas dari arahan yang diberikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

“Dengan adanya asesmen diharapkan transformasi perusahaan dapat berjalan lancar sesuai cita-cita perusahaan. Transformasi perusahaan tidak hanya dilakukan dengan melakukan pembenahan fasilitas, program maupun sistem tata kelola perusahaan. Karyawan sebagai aset perusahaan memegang peranan penting untuk menggerakan setiap strategi dan program yang dirancang demi mewujudkan mimpi besar transformasi Jaktour,” papar Novita.

Novita menjelaskan Jakarta Experience Board (JXB) adalah brand dari PT Jaktour, merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta yang bergerak di bidang perhotelan dan pariwisata.

Didirikan pada 1996, JXB memiliki unit bisnis perhotelan sebanyak tujuh hotel yang tersebar di DKI Jakarta dan Bogor. Saat ini, JXB memiliki unit bisnis baru di bidang pariwisata yang akan meluncurkan program-program inovatif pariwisata sebagai bagian dari upaya pembenahan wajah baru JXB. (TP 2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *