Tata Kelola Pemerintah yang Baik, DKI & Universitas Maryland Jalin Kerjasama

Headline Pemerintahan

tobapos.co – Pemprov DKI Jakarta terus melakukan berbagai upaya guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) yang merupakan visi misi Gubernur Provinsi DKI Jakarta tahun 2017-2022.

Untuk itu, Pemprov DKI mengambil langkah nyata dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai motor utama perubahan dan manajemen pembangunan infrastruktur kota.

Hal ini diimplementasikan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya perguruan tinggi di negara maju, seperti University of Maryland, Amerika Serikat. Menandai terjalinnya kerja sama tersebut,

Penjabat Sekda Provinsi DKI Jakarta, Sri Haryati, mewakili Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan naskah MoU kerja sama yang sebelumnya telah ditandangani Gubernur Anies. MoU tersebut juga telah ditandatangani Senior Vice President and Provost, Mary Ann Rankin. Kegiatan ini berlangsung secara virtual di Gedung Balaikota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (08/12/2020).

Baca Juga :   Medsos Menyoal Kinerja Polres Pelabuhan Belawan

”Kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta (melalui) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM DKI Jakarta) dan University Maryland School of Public Policy ini memberikan peluang dan jejaring baru dalam meningkatkan kompetensi dan wawasan para ASN dan Non-ASN Pemprov DKI Jakarta di bidang kebijakan publik, (terutama) tentang pembangunan perkotaan dengan konsep ‘Kota Tangguh’ dan ‘Kota Industri 4.0’ sebagai bagian penting dari upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s), ujar Sri.

Sri menambahkan bahwa kemajuan sebuah kota tidak bisa berkembang sendiri tanpa kerjasama atau kolaborasi yang baik dengan akademisi, praktisi maupun stakeholders lainnya. Kesiapan SDM yang mumpuni merupakan salah satu penunjang untuk melakukan kolaborasi yang baik dengan berbagai pihak.

Baca Juga :   Polda Sumatera Utara Peringati Hari Bhayangkara ke-74 Secara Virtual, Presiden Jokowi Sampaikan 7 Instruksi

Oleh karena itu, perlu dilakukan pengembangan kompetensi secara intensif baik untuk sains maupun keterampilan, serta komitmen untuk beradaptasi dengan situasi dan kebutuhan saat ini. (TP 2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *