Jurus Mendulang Suara Pemilu, Kartel Narkoba Jermal 15 di Sumut Bisa Bagikan Sabu Gratis (10)

Headline Kriminal

tobapos.co – Tak kunjung diberantas tuntas, bahkan diketahui semakin meluas lokalisasi gelap sarang peredaran dan penyediaan tempat mengkonsumsi sabu-sabu di Jermal 15, Kelurahan Menteng, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan hingga Desa Amplas (lahan garapan), Kecamatan Percut Seituan, Deli Serdang, Sumatera Utara, di wilayah hukum Polrestabes Medan, Polda Sumut, dikhawatirkan bisa merusak bahkan menjadi mesin kecurangan dalam perhelatan Pemilu serentak 2024.

Informasi terkini, lokalisasi disebut telah merambat ke kawasan Jermal 7, 10, Jermal 11 dan Jermal 12, kartel tetap diduga berkolaborasi dengan oknum-oknum aparat, sehingga berarti wilayah peredaran candu sabu-sabu di Kota Medan seperti kilat meluas, yang akan sejalan dengan gangguan sosial dan ekonomi hingga hukum.

Ironinya, meski selalu didengungkan seluruh lapisan masyarakat bahwa maraknya peredaran narkoba merupakan upaya pelemahan generasi muda untuk menguasai Indonesia, yang sudah mengancam negara, tetapi oknum-oknum petugas hingga pimpinan yang berwenang, wakil rakyat, juga kepala pemerintah daerah tampaknya santai –santai saja atau pun malah terkesan tutup mata dan telinga?

Baca juga..

Dalam pemberitaan kali ini, merupakan sesi yang ke -10, karena sengaja disajikan secara bersambung, tim tobapos.co memperoleh kabar bahwa kartel narkoba Jermal 15 yang leluasa, terang-terangan membuka lokasi-lokasi peredaran sabu-sabu mereka, memiliki peranan penting dalam mendulang suara di perhelatan Pemilu 2024 nanti dalam memenangkan jagoan mereka untuk duduk berkuasa lalu sebagai beking.

Sudah terdengar terjadi dan sukses, dan mungkin akan diulangi lagi, yakni dengan membagi-bagikan sabu-sabu gratis ke para pecandu, sekaligus pecandu dijadikan juru kampanye mempengaruhi keluarganya masing-masing, ditambah sembako ke masyarakat, akan menjadi jurus jitu untuk mendulang suara bagi siapa saja yang didukung kartel narkoba tersebut.

“Sudah terjadi Bang, dan sukses, itu Caleg, beberapa kampung para pemudanya diberikan sabu gratis sebelum hari pencoblosan, dijanjikan lagi kalau menang akan berpesta diberikan lagi, pas perhitungan suara, berhasil dia, menang, jadi anggota dewan dia,” kata sumber.

Lanjutnya, “Kalau sabu yang mereka/kartel buat sendiri dengan cara diremix itukan modalnya murah, 1 kilo bisa jadi 5 kilo, itu yang dibagikan,” sambung sumber meminta identitasnya dirahasikan. Sabtu (28/10/2023).

Untuk diketahui publik, terutama pihak berwenang dan bisa dijadikan awal melakukan penyelidikan agar tidak bobol lagi, terutama agar lokalisasi gelap sarang besar narkoba dan penyediaan tempat konsumsi Jermal 15-Sumut dimaksud segera diberantas total sebelum terlambat, maka akan disajikan informasi lebih mendalam lainnya terkait lokasi tersebut pada berita selanjutnya.

Kantor Tobapos Diserang Teror

Terus mengingatkan kejadian yang dialami media ini pasca pemberitaan kawasan Jermal 15 yang dikelola oleh kartel, dengan bos besarnya disebut-sebut inisial BS dan GT, kantornya di Jalan Gaperta Ujung, Gang Martabe, Helvetia, Kota Medan, diserang teror pada 18 Oktober 2023 lalu.

Akibatnya, satu unit mobil BMW nomor polisi B 289 AG dirusak para pelaku, kaca bagian belakangnya dipecahkan menggunakan batu besar, dengan cara dilempar dari jarak dekat.

Menurut saksi mata, pagi buta itu, sekitar Pukul 03:15 WIB, dua orang berboncengan dengan sepedamotor tiba-tiba muncul di belakang mobil yang terparkir di halaman kantor tobapos.co, kemudian anjing menggonggongi tamu tak diundang itu.

Baca juga..

Mungkin panik, kedua pelaku yang terlihat dari rekaman CCTV tergesa-gesa saat melancarkan aksi kejahatan mereka, tak sempat berbuat lebih, memilih segera kabur mendengar teriakan warga dari dalam rumah, yang terbangun akibat derasnya dentuman suara mirip ledakan bom, yang ternyata kaca mobil pecah.

“Belakangn ini memang sering ada orang yang gak jelas gitu wajahnya, pakai helm kaca tertutup, pakai masker mondar-mandir di depan kantor tobapos, sempat terlihat kayak mencatat-catat nomor plat kendaraan yang terparkir disini (kantor tobapos), takut juga jadinya, anak-anak disini kan masih kecil-kecil, ntah ada maksud mereka menyakiti, menculik, jadi ngeri kami,” jelas warga.

Guna mendapatkan keadilan dan agar tidak seenaknya membungkam kemerdekaan Pers dengan cara melakukan teror, pengerusakan tersebut telah dibuat laporan pengaduan di Polsek Helvetia, Polrestabes Medan, berharap pelaku dan aktor di baliknya cepat ditangkap.

Sejalan dengan itu, menagih janji pimpinan kepolisian di Sumut saat ini, Irjen Pol Agung Imam Effendi, dimana saat dirinya bersama Kompolnas di Medan dalam kegiatan Lokakarya dan Sarasehan, menegaskan, Polda Sumut tetap berkomitmen memberikan perlindungan kepada jurnalis dan kebebasan Pers dalam menjalankan tugas jurnalistik. Ironinya, sudah sekitar seminggu lebih kejadian pengerusakan tersebut, namun para pelaku belum juga dapat diungkap, apalagi ditangkap.

Baca juga..

Kepada Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda sudah dicoba konfirmasi melalui sambungan seluler. Hingga berita ini dimuat lagi dan lagi, jawaban belum didapat dari mantan Dir Ditlantas Polda Sumut itu, meski anggotanya sehari pasca pengerusakan, beberapa kali terlihat melakukan penyelidikan dengan mengambil rekaman CCTV dan menanyai sejumlah warga di sekitar kantor tobapos.

Sedangkan kepada Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Toga Habinsaran Panjaitan, mantan Dir Narkoba Polda Sumut itu membalas sangat singkat, “terimakasih” jawabnya. Dan karena di tingkat Polrestabes Medan tak kunjung direspon konfirmasi wartawan, ketingkat lebih tinggi, Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi akan dilanjutkan. (TIM/Bersambung/foto-ils/int)

1 thought on “Jurus Mendulang Suara Pemilu, Kartel Narkoba Jermal 15 di Sumut Bisa Bagikan Sabu Gratis (10)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *