Defisit Akibat Covid-19, Penataan Trotoar dan Perbaikan Jalan Ditiadakan

Headline Pemerintahan

tobapos.co – Proyek perbaikan jalan dan penataan trotoar di Ibukota pada tahun ini terpaksa ditiadakan. Pembangunan hanya dilakukan terhadap tiga flyover dan satu underpass yang mendapatkan dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan anggaran Dinas Bina Marga yang diusulkan sebesar Rp4,1 triliun itu turun menjadi Rp1,3 triliun lantaran mengalami defisit akibat pandemi Covid-19. 

Untuk itu, semua kegiatan ditiadakan, seperti perbaikan jalan dan penataan trotoar. Termasuk pembangunan jembatan. 

“Dana yang ada hanya akan digunakan untuk kegiatan operasional dan perawatan. Fokusnya untuk operasional dan nambal-nambal jalan pakai cold mix. Lainnya enggak ada,” kata Hari di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (04/11/2020).

Hari menjelaskan, Dina Bina Marga sebenarnya kebagian jatah dana pinjaman dari program PEN sebesar Rp835 miliar yang dibagi dua tahap hingga 2021. Pada anggaran perubahan 2020 ini, pihaknya mendapatkan sekitar Rp700 miliar. Sedangkan sisanya baru akan dicairkan pada anggaran murni 2021.

Dana tersebut, kata Hari, digunakan untuk melanjutkan proyek pengerjaan tiga flyover dan satu underpass yang sempat mangkrak imbas pandemi Covid-19. Diantaranya yaitu, tiga flyover di Tanjung Barat, Lenteng Agung, dan Cakung. Sementara untuk Underpass dilakukan di Underpass Senen Extension. 

“Semuanya selesai pada Desember, jadi harus dibayarkan menggunakan dana PEN,” pungkasnya. (TP 2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *