“Terimakasih Pak Jokowi, Juga Pak Gubernur Edy..” Judi Dadu Kopyok Di Sudirman Tanah Karo Akhirnya Ditutup. Tapi, Judi Tembak Ikan TS Masih Parah Beroperasi?

Kriminal

tobapos.co – Informasi telah digrebeknya arena judi dadu kopyok di Jalan Sudirman tepatnya di depan Plaza Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara oleh Polres Tanah Karo yang saat ini dipimpin AKBP Yustinus Setyo Indriono dengan menggandeng Kodim 0205/TK, pada Selasa (10 November 2020), malam, ramai menjadi perbincangan masyarakat.

Hingga Rabu (11/11/2020), meski belum beredar secara resmi melalui rilis kepada wartawan, apa saja barang bukti diamankan terkait penggrebekan itu, maupun apakah pengelolanya dapat ditangkap dan diganjar sesuai hukum yang berlaku, namun masyarakat yang mengetahui, sampai-sampai berterimakasih kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi maupun ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Mungkin berita yang ada masuk di media selama ini soal judi itu (Dadu Kopyok Jalan Sudirman-red), dibaca Bapak Gubernur kita (Edy Rahmayadi), juga Bapak Presiden Jokowi, makanya diperintahkan supaya ditutup ya..?” celetuk warga.

Tambah sumber lagi, “Tapi masih ada yang tak kalah parah dari lokasi judi yang digrebek itu tadi, judi tembak ikan dikelola TS, ini yang marak juga di Tanah Karo, tak perduli masa pandemi covid, main terus?” terangnya.

Arena judi tembak ikan dikelola pria inisial TS di jalan Sudirman Kabanjahe, Tanah Karo//

Sebelumnya telah diberitakan, inisial TS disebut mengelola banyak arena judi di Tanah Karo Simalem (Kabupaten Karo), seperti di Jalan Sudirman, Jalan Sukaraja Munte, Kelurahan Laucimba Kaban Jahe, juga di kawasan Kecamatan Merek (depan panglong) dan masih banyak lagi, seperti di Desa Bintang Meriah yang baru –baru ini diserbu kaum ibu dan anak-anak dan ditutup.

Dari arena perjudian yang beroperasi tersebut lah TS diduga bisa memberikan setoran cukup besar ke oknum-oknum aparat, supaya bisnis melawan hukumnya berjalan lancar, dan diperoleh informasi, ada yang terima Rp30 juta perbulannya, ada pula yang Rp 5 juta perminggunya, hingga Rp15 juta per dua minggu.

Agar kepercayaan publik kepada aparat penegak hukum yang berwenang dalam memberantas ini tidak menurun, warga berharap lokasi-lokasi perjudian di Kabupaten Karo ditutup, pengelola diganjar sesuai hukum yang berlaku. Sebab, Tanah karo merupakan daerah wisata yang harus tetap dirawat kenyamanan masyarakatnya maupun wisatawan yang datang kesana.

Bukan itu saja, akibat arena perjudian itu, selain melawan hukum, bisa menjadi kluster penyebaran covid-19 yang sedang diperangi seluruh elemen masyarakat maupun pemerintah.

Terkait pemberitaan ini, tentunya bisa menjadi informasi yang sangat baik untuk Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriono. Namun hendak dikonfirmasi dan diberikan informasi melalui seluler, belum berhasil dan secepatnya akan tetap dilakukan tim tobapos.co.(TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *