tobapos.co – Sulitnya mencari pekerjaan akhir-akhir ini membuat masyarakat khususnya di Kota Medan merasa gundah. Dampaknya, pihak perusahaan penyedia tenaga kerja yang merasa di atas angin, sampai-sampai menganggap pekerjanya ibarat sapi perah, memberikan upah jauh dari upah minimum yang ditentukan pemerintah.
Kondisi di atas layak ditujukan kepada perusahaan inisial GL, beralamat di Jalan Danau Singkarak Medan.
Berdasarkan Informasi yang diperoleh awak media ini dari lapangan. Senin (24/1/2022), beberapa karyawan terlihat merasa lelah dengan pekerjaan mereka. Bukan itu saja, mereka juga mengeluh dengan jam kerja yang diterapkan perusahaan tersebut.
“Iya bang, kami masuk jam 8 pagi, pulangnya sore, dan itu pun tidak tentu jam berapa,” kata seorang wanita yang meminta identitasnya tidak ditulis.
Ditanya seperti apa saja kerja mereka di perusahaan itu?, sumber mengatakan, mulai dari mencuci dan juga menyetrika. “Ya bang ada yang nyuci dan ada juga yang menggosok,” katanya.
Disebut sumber lagi, GL sudah beroperasi sekitar 10 tahun lebih, dan perusahaan tersebut membidangi pencucian seprai maupun handuk dari beberapa hotel, bahkan sampai yang ada di kawasan Kualanamu Kabupaten Deli Serdang.
Masyarakat yang mendengar derita pekerja tersebut, Anwar (40) meminta agar Dinas Tenaga Kerjaan Kota Medan menindak perusahaan tersebut.
“Kami menyesalkan apa yang dilakukan perusahaan itu, jangan sampai memperkerjakan manusia seperti sapi perah, pihak terkait agar melakukan tindakan tegas,”katanya. (Rizal)