Pengoplos Beras Dapat Dikualifikasi Musuh Negara, Dalam Kondisi Covid -19 Sekarang Ini

Headline Kriminal

tobapos.co – Pernyataan tegas dan layak diacungi jempol diungkapkan Ketua Umum DPP LSM Pemberantasan Korupsi, Judi, Narkoba dan Sindikat Mafia yang disingkat “BERKORDINASI” ketika dimintai tanggapan terkait adanya dugaan peredaran beras oplosan di Kota Medan, Sumatera Utara.

“Meminta Kapoldasu dan pihak terkait mengusut tuntas dugaan peredaran beras oplosan ini,” tegas Abednego Panjaitan. Selasa (12/1/2021).

“Tangkap dan proses pelaku. Negara harus memberikan keamanan dan kenyamanan bagi segenap rakyatnya,” sambung Sekjen DPP Relawan Doakan Jokowi Menang (DJM) 1 Kali Lagi ini kepada wartawan.

Masih diungkapkan pria akrab disapa Bung Abed itu, “Dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini semestinya bergandengan tangan melawan wabah ini. Maka apabila benar pelaku mengoplos beras maka perbuatan tersebut dapat dikualifikasi musuh negara dan harus dihukum seberat-beratnya,” jelasnya.

Sebelumnya sesuai informasi dan penelusuran didapat, dugaan pengoplosan beras ini dilakukan dengan mencampur antara beras yang sudah kadaluarsa (tak layak), digabungkan dengan beras bagus, kemudian diproses dalam mesin, dikemas dalam goni, dibuat beberapa merk hingga dipasarkan.

Untuk diketahui atas kondisi tersebut, bila terbukti, pelakunya bisa dijerat dengan Pasal 62 UU No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, Pasal 135, Pasal 139 UU No. 18 Tahun 2012 Tentang Pangan hingga Pasal 106 UU No. 7 tahun 2014 Tentang Perdagangan, dengan ancaman hukuman pidana penjara 5 tahun.

Sebelumnya Diberitakan

Perusahaan yang diduga melakukan pengoplosan beras dimaksud berinisial PT. BT##, berdomisili tepatnya di KIM 2, lokasinya sangat strategis paling ujung sebelah kiri, dijaga ketat oleh pihak keamanan lokasi.

Beras diduga oplosan itu disebut diedarkan di beberapa gerai retail modern, hingga sejumlah swalayan di Kota Medan dan Kabupaten di Sumut. Berdasarkan penelusuran, merk berasnya yang diedarkan disebut ada sekitar 7 macam yakni merk H, KM, NS, BH, CG, P dan C.

Kepala BBPOM di Medan, Bagus Kesuma Dewa yang diinformasikan sekaligus dikonfirmasi atas persoalan beras ini mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi ke Polda Sumut.

Kepala BBPOM di Medan itu juga diketahui telah mengerahkan timnya untuk melakukan penyelidikan ke lokasi perusahaan dimaksud demi masyarakat, dan sejumlah Informasi berharga juga telah diberikan tim media ini sekitar tiga hari lalu. Namun hingga berita ini dimuat lagi, Bagus Kesuma Dewa belum memberikan komentar, apa hasil yang didapat tim nya pasca sejumlah bukti pendukung diberikan? (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *