Penadah Arang Bakau Ilegal Asal Aceh Tetap ‘Merdeka’ Di Sumut

Headline Kriminal

tobapos.co – Setelah beberapa waktu lalu permainan arang bakau kualitas ekspor ilegal yang diduga ditadah sejumlah badan usaha, maupun secara pribadi di Sumut diberitakan secara intens oleh media ini, hingga nyaris berujung di persidangan, kini akan dibuka kembali dengan berbagai informasi terkini didapat.

Kali ini, akan dibongkar asal muasal arang kayu bakau diduga hasil curian itu. Sesuai informasi yang didapat, asal tepatnya dari Aceh Timur, Langsa dan Aceh Tamiang.

Arang-arang kayu bakau diduga curian yang dibeli badan usaha, pribadi berdomisili di Medan Sekitarnya, Deli Serdang, Propinsi Sumut itu, kerap diangkut menggunakan truk colt diesel hingga mobil pikap dikawal oknum petugas. Untuk waktu perjalanan, biasanya setiap malam hari karena tanpa mengantongi surat/dukumen yang sah sesuai aturan yang ada.

Masih oleh sumber terpercaya media ini, gudang penampungan arang kayu bakau diduga ilegal itu dikelola : CV. P di KM 14. Medan – Binjai; CV. C juga di KM 14 Medan – Binjai; CV. BMJ di Jalan Asam Kumbang, Medan; CV. AM di Jalan Bintang Terang KM 14. Medan – Binjai; CV. YP di Jalan Bintang Terang KM 14 Medan – Binjai, kemudian di Gudang Arang Jalan Pendidikan KM 12 Medan – Binjai dan di Jalan Marelan Medan – Labuhan.

Soal arang kayu bakau ilegal yang ditadah oleh pengusaha-pengusaha dengan memiliki lokasi gudang di sekitar pinggiran Kota Medan-Kabupaten Deli Serdang ini, sudah berulangkali ditangkap pihak Polda Sumut melalui Dit Reskrimsus maupun dari melalui Den Intel Kodam I/BB.

Namun proses selanjutnya oleh pihak berwenang sampai ke pengadilan belum terdengar, sehingga apara eksportir arang kayu bakau diduga hasil curian yang dibeli dengan modus koperasi itu masih merasa ‘merdeka’ dengan permainan busuknya merugikan negara maupun alam juga masyarakat. (TP/Bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *