Pemerintah Didesak Kejar Prokes Masyarakat, Jangan Cuma Sektor Usaha

Ekonomi Headline

tobapos.co – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendesak pemerintah untuk lebih ketat dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) di lingkungan pekerja informal atawa masyarakat umum. Hal ini demi mengurangi penularan penyakit covid-19.

“Menurut saya, tidak tepat sektor usaha yang selalu dikejar-kejar. Penerapan protokol kesehatan di sektor usaha itu sudah yang paling optimal,” kata Ketua Apindo Hariyadi Sukamdani.

Ia menegaskan pengusaha selalu menerapkan protokol kesehatan secara ketat agar karyawan tidak terpapar covid-19. Namun, protokol kesehatan di lingkungan masyarakat justru longgar.

“Contoh klaster kantor, respons-nya cepat dengan menghentikan kegiatan. Sebenarnya, bukan karena lingkungan kerjanya, tapi karena lingkungan rumahnya,” jelas Hariyadi.

Ia berpendapat Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tak akan efektif jika masyarakat tak menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Artinya, fenomena penularan covid-19 tak akan selesai jika tidak ada perubahan oleh masyarakatnya sendiri.

“Berapa kali pun dibatasi kegiatan tidak akan menyelesaikan masalah kalau akar masalah dari masyarakat tidak diantisipasi,” tutur Hariyadi.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar satuan tugas (satgas) covid-19 di tingkat RT/RW bisa didorong lebih maksimal agar warga menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Bukan cuma itu, beberapa komunikasi di kalangan masyarakat juga bisa ikut mengawal penerapan protokol kesehatan di lingkungan masyarakat.

“Posyandu, karang taruna, pramuka diefektifkan. Itu kan komunitas yang bisa difungsikan juga,” imbuh Hariyadi, dikutip dari Antara, Jumat (8/1/2021).

Sependapat, Pengamat Kebijakan Publik Andrinof Achir Chaniago mengatakan penerapan protokol kesehatan untuk sektor pekerja formal lebih mudah dilakukan. Terbukti, sejumlah perusahaan menerapkan sistem kontrol setiap waktu kepada karyawannya.

“Masalahnya adalah di sektor informal dan masyarakat umum, banyak yang tidak peduli,” terang Andrinof.

Karena itu, Andrinof menilai pemerintah harus terus melakukan sosialisasi mengenai penerapan protokol kesehatan. Kampanye terkait apa-apa saja yang harus dilakukan ketika di ruang publik perlu dilakukan lebih masif.(REP/CNNI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *