tobapos.co – Begitu lama pembiaran sarang narkoba yang menyediakan loket-loket penjualan sabu-sabu skala besar juga ketengan berikut tempat-tempat mengkonsumsinya di Dusun Tanjung Pamah/Sukatani, Desa Namo Rube Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang (Sumut), menimbulkan asumsi di masyarakat bahwa kondisi tersebut sengaja diciptakan untuk memproduksi generasi gagal, Indonesia Emas 2045 terancam hanya mimpi.
Lantas, muncul pertanyaan, siapa biang keroknya? Ditelusuri jawabannya, diduga oknum-oknum pimpinan dari tingkat daerah sampai pusat merestuinya.

Terkini informasi dari Sky Binjai sebagai salah satu basis terbesar di Sumut peredaran sekaligus penyediaan tempat mengkonsumsi sabu-sabu. Bahwa meski berulangkali diviralkan masyarakat melalui berbagai saluran media, namun terkesan dilindungi oknum pimpinan berwenang? Faktanya hingga detik ini bos besar Sky Binjai (ST) tak mampu ditangkap, begitu juga dengan lokasi narkoba yang dikelolanya, masih tetap ada di tempat yang sama pula dan bahkan semakin berkembang.
Masa Bulan Suci Ramadhan saat ini lagi, para pecandu pengguna sabu-sabu yang membeli mapun mengkonsumsi disana semakin membludak, seolah tak ada lagi aparat yang bertugas menindaknya. Bukan narkoba saja, berbagai macam judi jenis mesin juga berserak beroperasi di Sky Binjai yang masuk wilayah hukum Polrestabes Medan Polda Sumut.
Baca juga..
Sekitar seminggu lalu, Kepala BNN Sumut Brigjen Toga Panjaitan mengatakan segera melakukan koordinasi dengan Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak, hendak dikonfirmasi ulang bagaimana tindakan yang akan diambil selanjutnya terkait Sky Binjai, hingga berita ini dimuat, Kamis (6/4/2023), masih ditunggu jawabnnya.
Sebelumnya diberitakan, tak dipungkiri bahwa Sky Binjai berkali digrebek petugas berwenang, diamankan barang bukti narkoba, mesin judi, juga pelaku yang terlibat. Namun yang menjadi pertanyaan besar di masyarakat, mengapa tak lama kemudian Sky Binjai dengan narkoba dan perjudiannya kembali beraktivitas seperti sediakala sampai sekarang? Apakah negara dengan aparatnya yang diberikan anggaran besar, memiliki kemampuan, kalah dengan kartel pengelola basis narkoba Sky Binjai inisial ST, atau memang ada kepentingan besar berbau politik dibelakangnya?
Belum lama ini, diungkapkan Brigjen Toga Habinsaran Panjaitan selaku Kepala BNNP Sumut dihadapan para unsur Forkopimda Sumut, bahwa di tahun 2022 jumlah pengguna dan menyalagunakan narkoba di Sumatera Utara mencapai 1,5 juta orang “Juara se – Indonesia” dan berdasarkan data kawasan rawan narkotika BNN pada tahun 2022, terdapat 1.192 wilayah dengan status bahaya dan waspada.
Dari itu, bila Sky Binjai tetap dibiarkan menjadi penyumbang besar Sumut-Indonesia kondisinya darurat narkoba, berarti para pimpinan berwenang saat ini dinilai pantas diganti dengan yang kinerjanya lebih baik dan bertanggungjawab atas tupoksinya.
Keberadaan Sky Binjai ini sudah berulangkali dimuat pemberitaan media ini dan banyak media lainnya, wartawan sudah pula menginformasikan bentuk konfirmasi kepada Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda, Kepala BNNP Sumut Brigjen Toga Habinsaran Panjaitan, Kepala BNN RI Komjen Petrus Golose maupun sempat kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit P.
Karena dinilai belum nampak tindakan tuntas terhadap ST maupun basis besar narkoba dikelolanya, lanjut kepada Menkopolhukam Mahfud MD dimintai tanggapan atas kinerja para pimpinan aparat tersebut. Ironinya, semua terkesan membawa diam, sedangkan masyarakat dan generasi bangsa sebagai korban dari keberadaan sarang besar narkoba Sky Binjai setiap harinya bertambah drastis. (TIM/bersambung/foto-Int/Ils)
1 thought on “Pembiaran Kartel Narkoba Sky Binjai-Sumut Memproduksi Generasi Gagal, Siapa Biang Keroknya? (15)”