Covid Masih Parah : Pak Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo, Apakah Judi Dikelola Taman S Kebal Hukum?

Kriminal

tobapos.co – Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriono hendak dikonfirmasi melalui sambungan seluler terkait perjudian di wilayah hukumnya dikelola pria kerap dipanggil dengan nama Taman S alias TS, apakah kebal hukum? Belum berhasil. Senin (23/11/2020).

Hal itu hendak ditanyakan tim tobapos.co, sebab sudah sejak lama terkait lokasi-lokasi arena perjudian jenis mesin (tembak ikan, rolet dll) dimaksud (Punya TS), diinformasikan ke nomor whatsapp Kapolres Tanah Karo Yustinus lengkap dengan foto, maupun bentuk link berita.

Diketahui, hingga saat ini pandemi covid -19 masih parah dan belum berakhir. Sedangkan bila arena-arena perjudian di Tanah Karo (Kabupaten Karo-Sumatera Utara) tetap beroperasi, dikhawatirkan dapat menjadi kluster. Apalagi Taman S alias TS disebut tergolong licin dalam memainkan bisnis melawan hukumya, dia bisa sewaktu-waktu menutup arena judi dikelolanya dan dalam sekejap dibukanya kembali.

Belum Lama Ini

Sebelumnya mesin perjudian jenis tembak ikan di Desa Bintang Meriah, Kutabuluh, Kabupaten Karo dirusak kaum ibu yang marah akibat sudah sangat meresahkan, tepatnya sekitar (30/10/2020). Kemudian di Desa Perbesi, Kecamatan Tigabinanga, juga Kabupaten Karo, Sumut, yang juga diduga dikelola Taman S alias TS dihancurkan warga. Senin (16/11/2020).

Sesuai hasil investigasi tim tobapos.co, arena perjudian yang dikelola Taman S alias TS, juga berada di Jalan Sudirman, Jalan Sukaraja Munte Kabanjahe hingga di kawasan Merek. Terkini didapat, bukan TS saja, pengelola judi modus permainan ketangkasan di Tanah Karo, juga ada dikelola orang selain Taman S alias TS.

Nama Taman S alias TS juga disebut-sebut sebagai agen mesin judi modus ketangkasan terbesar di Kabupaten Karo yang memiliki pengaruh kuat. Supaya bisa mengoperasikan mesin perjudian itu disana (Tanah Karo), disebut-sebut lagi harus memakai nama TS, agar aman.

Diperoleh lagi informasi, dari arena perjudian yang beroperasi dikelola TS diduga bisa memberikan setoran cukup besar ke oknum-oknum aparat, supaya bisnis melawan hukumnya berjalan lancar. Disebut-sebut lagi, ada yang diduga terima Rp30 juta perbulannya, ada pula yang Rp 5 juta perminggunya, hingga Rp15 juta per dua minggu, maupun setoran perhari. (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *