tobapos.co – Komplek besar tempat peredaran narkoba Jermal 15 sengaja diciptakan untuk menghancurkan sendi-sendi kehidupan masyarakat, terutama yang berada di wilayah Kota Medan -Deli Serdang (Sumatera Utara).
Pantaslah Kota Medan menjadi kota di propinsi Sumut tertinggi angka penyalahguna narkobanya, di bawahnya ada Kabupaten Deli Serdang.
Selama ini masyarakat sepertinya sudah capek menginformasikan kepada para pimpinan petugas berwenang, namun meski ada penggrebekan hingga penangkapan, itu tampaknya untuk laporan saja.
Pasalnya, tak lama kemudian di lokasi narkoba yang digrebek kembali para bandar mejajakan narkobanya terang-terangan.
Dari itu, sehingga masyarakat meminta tolong kepada Ayah dan Bunda GenRe Kota Medan, Bobby Nasution sebagai Walikota dan Kahiyang Ayu Ketua TP PKK.
Baca juga..
Sebab sudah dirasakan masyarakat, setiap persoalan, seperti perjudian, aksi kriminalitas begal yang mana Bobby Nasution ikut turun langsung bertindak, bisa dipastikan tuntas, para mafia tak berani lagi membuka usaha melawan hukumnya.
Contoh lokasi perjudian di Kecamatan Medan Selayang, dan di beberapa kecamatan lainnya. Lalu persoalan begal di Medan yang sempat mengambil korban nyawa dan membuat takut masyarakat keluar malam, pasca Bobby Nasution ikut turun tangan, kini sudah kondusif.
Dari itu, terhadap persoalan komplek narkoba Jermal 15 Bobby Nasution agar mau meninggalkan sejarah kepada masyarakatnya, selain berhasil dalam memimpin pemerintahan, sosoknya juga berhasil menciptakan kenyamanan warganya, terutama akibat maraknya lokasi-lokasi sarang narkoba, terlebih Bobby dan Kahiyang menerima penobatan sebagai Ayah Bunda GenRe.
“Kita sangat berharap Pak Bobby dan Ibu Kahiyang mau turut campur berada membela masyarakatnya dalam perang melawan narkoba, kasihan banyak warga yang menjadi korban, mamak bapak dipukuli anaknya karena tak dikasih uang beli narkoba, pencurian merajalela, dan banyak fenomena lain akibat narkoba ini yang sangat memilukan,” kata Ifran (42), warga Medan.
Baca juga..
Sambungnya, “Para penyalahguna narkoba sabu-sabu di Jermal 15 itu hampir 80 persen warga Kota Medan yang datang kesana, termasuk dari lingkungan saya, anak-anak remaja maupun dewasa dari kampung saya ini banyak sekali yang kesana makkek sabu,”
“Paling sedikit ratusan orang lebih setiap hari 24 jam beli dan makek sabu disana, itu warga Medan, yang banyak jadi korban warga Medan, meski katanya itu Deli Serdang secara wilayah pemerintahan, yang jadi korban kan banyak warga Medan, jadi pak Bobby dan Ibu Kahiyang bisa bersama masyarakat merasa sangat keberatan, lagian itu Jermal secara hukum wilayah Polrestabes Medan, Polda Sumut,” kesal Irfan diamini puluhan warga di belakangnya saat dimintai tanggapan.
Jadi Sumber Dana Haram Kampanye
Keberadaan Jermal 15 sebagai komplek narkoba yang di dalamnya seperti tak berlaku hukum, sebab diperkirakan sejak tahun 2014 lalu dan sampai detik ini masih bebas jual-beli narkoba sabu-sabu, ekstasi disana, plus disediakan sewa alat hisap atau disebut bong dan rumah-rumah dijadikan tempat mengkonsumsinya.
Apalagi saat ini menjelang Pemilu 2024, meski sudah diinformasikan kepada para pimpinan aparat berwenang namun terkesan dibiarkan, ada digrebek lalu ditangkapi tetapi muncul dan muncul lagi.
Kemudian lagi, banyak kabar beredar disana bercokol pula banyak organisasi-organisasi pendukung salah satu Capres/Cawapres, dan yang menjadi pertanyaan, mengapa di masa sekarang ini Jermal 15 malah semakin kuat, sehingga pantaslah dugaan masyarakat menjurus hasil penjualan narkoba di Jermal 15 ada keperluan diduga untuk kebutuhan kampanye berkuasa.
Sebelumnya
Akibat pemberitaan Jermal 15 yang dimuat media ini secara bersambung, kantor tobapos di Jalan Gaperta Ujung, Gang Martabe, Helvetia, Kota Medan diserang teror 18 Oktober 2023 lalu, hingga kini 18 Desember 2023 para pelaku belum dapat diungkap kepolisian Helvetia, Polrestabes Medan.
Satu unit mobil BMW nomor polisi B 289 AG yang terparkir di depan kantor tobapos dirusak para pelaku, kaca bagian belakangnya dipecahkan menggunakan batu besar, dengan cara dilempar dari jarak dekat.
Menurut saksi, pagi buta itu, sekitar Pukul 03:15 WIB, dua orang berboncengan dengan sepedamotor tiba-tiba muncul di belakang mobil yang terparkir di halaman kantor tobapos.co, kemudian anjing menggonggongi tamu tak diundang itu.
Mungkin panik, kedua pelaku yang terlihat dari rekaman CCTV tergesa-gesa saat melancarkan aksinya, tak sempat berbuat lebih, memilih segera kabur mendengar teriakan warga dari dalam rumah, yang terbangun akibat derasnya dentuman suara mirip ledakan bom, yang ternyata kaca mobil pecah.
Lokasi
Jermal 15 dimaksud berada di Jalan Jermal 15/sekitarnya, Kelurahan Menteng, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, meluas hingga ke Lahan Garapan/Eks HGU PTPN di Desa Amplas, Kecamatan Percut Seituan, Deli Serdang, merupakan wilayah hukum Polrestabes Medan, Polda Sumatera Utara.
Terkait ini, Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi melalui Direktur Resnarkoba Kombes Pol Yemi Mandagi sebelumnya dengan yakin mengatakan,
“Terimakasih informasinya, perlu abang ketahui sampai saat ini sdh banyak kegiatan, penggerebekan baik dari polsek, polrestabes, polda. Kemudian tempat tersebut pun tetap dalam pengawasan krn agt tetap melakukan lidik bila masih ada pasti kami tangkap. Berkenan abang bantu tunjukin yg mana tempat di jermal 15 yg masih ada narkobanya pasti kami tangkap. Terimakasih,” jelas mantan Kapolres Deli Serdang itu.
Sedangkan Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Toga Habinsaran Panjaitan mengatakan terimakasih atas informasinya. (TIM/Bersambung/foto-Int, Ilustrasi)
1 thought on “Ayah dan Bunda GenRe Dimintai Tolong, Keberadaan Komplek Narkoba Jermal 15 Sangat Menghancurkan Kehidupan Masyarakat Mu (24)”