Antonius Tumanggor: “Kronis, Banjir di Medan Butuh Penanganan Holistik”

Peristiwa

tobapos.co – Kondisi banjir di kota Medan dinilai semakin kronis. Bila tidak cepat ditangani secara serius dengan perencanaan holistik diprediksi semakin memburuk. Untuk itu harus dilakukan langkah antisipatif.Pendapat itu disampaikan Wakil Ketua Fraksi NasDem DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor (foto) kepada wartawan, Rabu (2/3/2022) menyikapi situasi banjir di Kota Medan yang belum teratasi hingga saat ini.

“Harus ada niat yang sungguh sungguh. Jika tidak, 5-10 tahun ke depan akan semakin buruk, ” tandas Antonius.Disampaikan Antonius Tumanggor yang saat ini anggota Komisi IV DPRD Medan membidangi pembangunan itu, untuk mengatasi banjir tidak perlu saling menyalahkan pihak mana pun. Namun, tambah Antonius, harus ada kordinasi semua pihak terutama antar pemprovsu, Pemko Medan dan BWS.

Baca Juga :   HUT RI ke 76, SD Neg 101738 Diski Gelar Perlombaan Untuk Para Guru

“Harus ada kordinasi yang dilakukan antar instansi, terlebih lagi Medan berada pada bagian hilir ini perlu penanganan yang kongkrit sehingga tidak perlu saling menyalahkan,” ujar Antonius.

Ditambahkan Antonius Tumanggor yang akrab disapa Antum itu, upaya normalisasi sungai yang dilakukan Pemko Medan supaya ditingkatkan. Normalisasi sejumlah aliran sungai seperti Sungai Deli, Babura, Denai dan Sei Putih, perlu adanya kordinasi.

“Kita tahu aliran sungai banyak terjadi pendangkalan dan penyempitan serta kurang daerah kawasan hijau sebagai resapan air disekitar Daerah Aliran Sungai (DAS),” ucapnya.

Antonius menyampaikan kepada pihak berwenang bisa semaksimal mungkin memanfaatkan Kanal yang sudah ada dalam mengatasi banjir.

“Maka untuk itulah perlu adanya perhatian dari pejabat terkait,” sebut Antonius.

Baca Juga :   Ketua IPW Neta S Pane : Kapolri Harus Cermati Kasus Konflik Tanah di Desa Manunggal Helvetia

Antonius juga menuturkan untuk kebersihan saluran drainase juga harus menjadi perhatian, karena masih banyak saluran drainase yang tersumbat yang memicu luapan air sehingga perlu kordinasi antar Dinas PU, Dinas Kebersihan Kota Medan, Kepala Lingkungan, Lurah dan Camat.

“Dan sektor perizinan bangunan harus diperhatikan terutama dikawasan jalur hijau,”tambahnya.

Pada kesempatan itu, Antonius mengajak seluruh pihak untuk mengiatkan lagi penanam pohon di sepanjang sungai di Kota Medan agar ada serapan air.

Antonius menyarankan kalau bisa di tanam pohon bambu di bantaran sungai agar juga bisa dimanfaatkan untuk mengolah pohon bambu yang ada menjadi kerajinan tangan sehingga ini nantinya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(A)

Baca Juga :   Makam di TPU Simalingkar Rusak Terkena Arus Sungai, Bobby Nasution Langsung Tinjau  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *