Anggota DPRD Deli Serdang Seharusnya Terbuka Soal Gelar Dipakainya, Doktorandus Dihapus 1993

Kriminal

tobapos.co – Penelusuran tim media ini dari berbagai sumber, gelar doktorandus (Drs) dan doktoranda (dra) tidak lagi dipakai untuk mahasiswa yang menyelesaikan studi setelah tahun 1993, itu sesuai Keputusan Mendikbud No. 036/U/1993.

Berdasarkan informasi itu, menjadi gonjang-ganjing di masyarakat terkait gelar Drs yang dipakai seorang Anggota DPRD Deli Serdang dipanggil dengan nama Rahman, menjadi Drs Rahman alias Abdul Rahman diduga mulai mendaftar ke KPUD kemarin saat Pileg sampai saat ini.

Foto-Rahman alias Drs Rahman (kiri)

Beberapa warga yang mengaku mengenal dekat oknum Anggota DPRD Deli Serdang dimaksud, yang ditanyai tim media ini juga mempertanyakan hal yang sama, sampai-sampai mereka rada tak percaya dan meragukan gelar Drs yang disematkan di depan nama Rahman alias Abdul Rahman, sebab dia mengetahui jelas sosok Rahman sejak masa bersekolah hingga menjadi Kepala Desa dan duduk di legislatif kini.

Baca Juga :   Pria Asal Surabaya Ditembak Mati, Jemput 25 Kg Sabu Di Medan

Sebelumnya, dikonfirmasi kepada Rahman alias Drs Rahman alias Abdul Rahman perihal dia yang diketahui tamatan dari Sekolah Tinggi dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Budidaya Binjai stambuk 2012-2016, dia menjawab melalui pesan whatsapp dengan mengatakan, “ Maaf tidak benar semua itu. Yang jelas nama saya bukan Abdul Rahman…dari stu saja jelas salah, terima kasih infonya,” jawabnya.

Sambung dia lagi, “Yang jelas saya bukan stambuk 2012-2016 (STKIP Bududaya Binjai)…dan saya bukan komisi B, jadi gak bener semua itu,” tutupnya seolah benar dia dari STKIP Budidaya Binjai namun terkesan enggan memberitahukan pastinya tahun tamatnya, (6 Desember 2021).

Karena diperoleh informasi-informasi terkait kejanggalan gelar oknum Anggota DPRD Deli Serdang itu, baru-baru ini dilakukan konfirmasi lagi, tetapi entah mengapa (Rahman alias Drs Rahman) belum mau membalas lagi. Selasa (18/1/2022).

Baca Juga :   Saat Orang Sahur, “Istana Narkoba” Gang Pantai Sunggal Semakin Padat Oleh Pemadat

Untuk lebih professional, pihak kampus STKIP Bududaya Binjai dikonfirmasi pula melalui surat oleh tim media ini, diperoleh jawaban, balasan surat bahwa ada mahasiswa mereka bernama Abdul Rahman kelahiran Mancang tahun akademik 2012/2013 sampai dengan 2016/2017, tetapi ketika dilihat fotonya, amatan wartawan tidak mirip dengan yang dimaksud.

Kepada KPUD Deli Serdang juga dilakukan hal yang sama, dikonfirmasi melalui surat, diperoleh jawaban bahwa informasi yang diminta tobapos.co termasuk informasi yang dikecualikan yang bisa dibuka bila ada persetujuan tertulis dari yang bersangkutan, meski yang ditanyakan dalam surat media ini hanya gelar apa yang diapakai Drs atau SPd?

Terkait persoalan ini, dalam bincang – bincang dengan seorang aparat penegak hukum di beralamat di JL Abdul Haris Nasution Medan, dia menyarankan bisa dilaporkan dan itu layak menjadi penyelidikan.

Baca Juga :   Polisi Gerebek Markas Judi Online di Pekanbaru, 59 Operator Situs Ditangkap

Di termpat terpisah Ketua DPRD Deli Serdang Zakky Sahry yang dicoba dimintai tanggapannya terkait persoalan ini, namun hingga berita dimuat, politisi Partai Gerindra itu masih belum merespon. Padahal, soal gelar ini sangat meresahkan masyarakat, pasalnya bagaiamana seorang Wakil Rakyat bisa baik bekerja, sedangkan soal gelarnya saja terkesan enggan terbuka. (TP)    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *