tobapos.co – Sejak Juni 2023 resmi menjabat Kapolda Sumatera Utara, ketegasan sudah terpancar dari sosok Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi (foto) sebagai pimpinan.
Dampaknya pun berjalan selaras dengan yang dirasakan seluruh lapisan. Terutama dalam hal keamanan, ketertiban di masyarakat (Kamtibmas), tercipta dengan baik kondisi sesuai program yang terdengar direncanakan jenderal bintang dua itu.
Contohnya, sesuai catatan wartawan, kasus-kasus kejahatan jalanan, geng motor yang sudah sempat nekat beraksi terang-terangan, menjadi sorotan tajam publik, karena sangat mengganggu ketentraman kenyamanan lingkungan masyarakat, kini tak pernah ada lagi. Sebab dengan sigap, mantan Kapolda Riau itu membuat terobosan, seperti dengan pengerahan personil kepolisian berjaga di posko-posko yang dibuat, patroli rutin di titik-titik rawan, dari malam bahkan sampai pagi hari.
Baca juga..
Kemudian lagi, dalam pengaman di hari-hari besar keagamaan, di masa akhir tahun baru-baru ini, hampir tak ada kendala dirasakan masyarakat saat mudik, arus lalu lintas lancar, rumah-rumah warga yang meski ditinggal pulang kampung bisa aman sampai masyarakat pulang kembali.
Sebenarnya masih banyak lagi contoh yang sudah dirasakan masyarakat, dan yang ini dinilai layak diberikan apresiasi besar terhadap Polda Sumut maupun jajaran di bawah kepemimpinan Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi.
Yakni masa menjelang Pemilu, saat Pemilu, maupun saat ini pasca Pemilu, pesta rakyat lima tahunan itu berlangsung, berjalan dengan sukses, dirasakan masyarakat benar-benar selayaknya pesta yang menggembirakan.
Dengan tampak nyatanya kerja keras sosok Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi dalam mengemban tugas negara, dan itu tergambar jelas dengan banyaknya ucapan apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat Sumatera Utara terhadap Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, pemimpin tegas humanis seperti inilah yang dibutuhkan Sumut saat ini, layak menjadi teladan sebab penuh kebijaksanaan.(MR/Bersambung)
1 thought on “Sumut Butuh Pemimpin Tegas Seperti Kapolda Irjen Agung Setya Imam Effendi (1)”