Saat Ini Perjudian Dinilai Makin Subur Di Medan – Sumut? Dr Redyanto : Arahan Kapolri Sangat Baik

Headline Kriminal

tobapos.co – Bahkan sampai masyarakat awam pun mungkin sudah mengetahui akibat perjudian bila tetap dibiarkan berlangsung terutama di lingkungan masyarakat. Contoh paling dekat bisa menyebabkan kemiskinan, hingga kehidupan rumah tangga pemainnya berantakan.

Khususnya di Sumatera Utara, Kota Medan, baru-baru ini ramai menjadi sorotan masyarakat terutama kaum ibu. Saking marahnya, secara serentak mereka menghancurkan arena –arena juga alat perjudian, barulah ditutup pengelolanya.

Dari itu, muncul pertanyaan, setelah Kapolri yang baru menjabat, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan janjinya yang beredar luas di masyarakat, salah satunya : Membentuk Kepolisian lebih manusiawi. Lantas, apakah akan berhasil bila ternyata di daerah (Medan-Sumut), perjudian yang dinilai subur namun seperti tak kunjung tersentuh?

Baca Juga :   Terbawa Arus Sungai Deli, Balita di Marelan Tewas

Sebelumnya Diberitakan

Perjudian besar-besaran dikelola Stanggang Cs sempat beroperasi di kawasan Selambo, Percut Seituan tepatnya di kawasan Simpang Muara. Perjudian tersebut kerap berpindah lokasi, seperti ke Jalan Pasar V Padang Bulan/Jalan Bunga Mawar lalu ke Pusat Pasar Laucih Pancurbatu.

Pernah didatangi petugas, karena otak pelaku pengelolaan perjudian itu tetap bebas, ya beroperasi lagi di tempat berbeda. Hingga kini, Jumat (29/1/2021), disebut arena perjudian dikelola Stanggang Cs itu telah bergabung dengan yang dikelola Ajen di satu lokasi, di eks perusahaan ‘Keraton’ tak jauh dari Simpang Selayang, semakin besar juga semakin ramai dikunjungi pemain di masa pandemi covid-19 ini. Lokasi tersebut berada di wilayah hukum Polrestabes Medan, Polda Sumatera Utara.

Baca Juga :   Olahraga Berkuda, DKI Segera Jalin Kerjasama Dengan IPB Bogor

Pengamat Hukum

Berjalan dari kondisi itu, Pengamat Hukum Dr Redyanto Sidi SH. MH (foto) yang dimintai tanggapan pun angkat bicara. Kepada wartawan, Redyanto mengatakan, “Pertama adalah, perlu dilakukan tracking (pelacakan-red) kepada personil yang diduga terlibat, yang pernah terlibat, dan yang mungkin akan terlibat di lingkaran negatif yang dapat memperburuk citra kepolisian termasuk juga perjudian.”

Sambungnya, “Berangkat dari itu, selanjutnya dilakukan proses kepada oknum tersebut, lalu dilakukan asesment (penilaian), sehingga Kapolri dapat mencapai tujuan yaitu menciptakan kepolisian yang lebih manusiawi,” katanya. Jumat (29/1/2021).

Di akhir wawancara, pria yang akrab disapa Redy itu mengatakan, “Kapolri perlu personil yang baik luar dalam, sehingga prima dalam pelayanan kepada masyarakat. Arahan Kapolri sangat baik, perlu personil yang baik pula..Insya Allah kepolisian bisa lebih baik.” tutupnya.(TP)

Baca Juga :   Survei Madani Sebut Anies Berhasil, Gembong: Itu Tidak Mewakili 9 Juta Warga Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *