Pengusaha Pukat Trawl ‘Menari-nari’ di Atas Kemiskinan Nelayan Tradisional

Headline Kriminal

tobapos.co – Bukan rahasia umum lagi kalau para toke (pengusaha) pukat trawl di dermaga Gabion Belawan ibarat ‘menari-nari’ di atas kemiskininan nelayan tradisional. Siapa peduli? Senin (19/7/2021).

Hingga saat ini, gudang-gudang di Gabion Belawan banyak disewa oleh para pengusaha kapal pukat trawl dari oknum pejabat yang hobinya kongkalikong.

Setiap harinya, usai menangkap ikan di perairan Selat Malaka, kapal-kapal pukat trawl tersebut bersandar di dermaga Gabion Belawan.

Akibat terus disoroti media, beberapa waktu lalu pola permainan kapal trawl sempat berubah. Kapal trawl bongkar dan sandar pada malam hari.

Ketua DPD Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia (PNTI) Kota Medan Rahman Gafiqi SH kepada wartawan, Senin (19/7/2021) menyebutkan, ada beberapa gudang di sekitar Pelabuhan Perikanan Samudra Belawan yang rata-rata memiliki kapal-kapal pengguna alat tangkap jenis trawl yang terlarang sebagai mana diatur di dalam UU No 45 tahun 2009 Tentang Perikanan dan Permen KP No 71 tahun 2016.

“Hingga kini kapal-kapal pukat trawl tersebut setiap hari melakukan aktivitas bongkar di pelabuhan TPI Gabion Belawan. Yang kita herankan saat ini pihak PPSB dan Perum Perikanan sepertinya tidak berani mengambil tindakan tegas terhadap kapal-kapal terlarang tersebut,” sesal Rahman di Gabion Belawan.

Rahman menjelaskan, seharusnya Badan Keamanan Laut (BAKAMLA) menindak tegas kapal-kapal pukat trawl tersebut karena beroperasinya membuat hasil tangkapan nelayan tradisional semakin berkurang.

“Nelayan tradisional di pesisir Belawan semakin sengsara akibat merajalelanya aktivitas kapal-kapal pukat trawl. Namun instansi penegak hukum yang tergabung dalam BAKAMLA tidak berani menangkap kapal-kapal pukat trawl tersebut. Bahkan, kapal-kapal yang menggunakan alat tangkap terlarang itu setiap harinya bersandar di Gabion Belawan yang dikelola oleh Perum Perikanan dan PPSB,” tegas Rahman. (Her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *