Pendidikan Saat Pandemi, DPR-RI Minta PJJ Jangan Sampai ‘Lost Generation’

Headline Pemerintahan

tobapos.co – Pandemi Covid-19 membuat seluruh lini kehidupan ikut terkena imbasnya. Salah satu hal yang dirasakan yakni sistim pendidikan di Indonesia yang semula tatap muka kini beralih menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ). 

Namun PJJ yang kini diterapkan seolah tidak memiliki target yang jelas. Hal ini kemudian mendapat banyak kritik. Mulai dari orang tua wali murid, pemerhati pendidikan hingga politikus dari PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang menyatakan bahwa selama pandemi Covid-19 Indonesia darurat pendidikan. 

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fiqri Faqih sependapat dengan komentar Cak Imin yang dilayangkan kepada Menteri Pendidikan Nadiem Makarim.

Menurut dia, jika tidak segera ditemukan formula yang akurat dikhawatirkan sistim pendidikan selama pandemi akan menimbulkan permasalahan baru serius. 

“Saya kira pernyataan Cak Imin tentang pendidikan itu secara umum bagus untuk catatan kita semua. Sekarang dunia pendidikan kita sangat mengkhawatirkan akibat pandemi, ujungnya bisa lost generation. Karena PJJ yg selama ini dilaksanakan dalam kegiatan belajar mengajar di Indonesia sangat tidak efektif. Seperti hasil survey yang dilakukan oleh Kemendikbud sendiri,” kata Fiqri, Minggu (17/01/2021). 

Oleh karena itu, Fikri mengajak seluruh pemangku kebijakan untuk bersama-sama memutuskan arah nasib bangsa ke depan. 

“Yang penting sesungguhnya bagaimana pemerintah melibatkan semua pemangku kepentingan pendidikan untuk mengambil kebijakan,” ujarnya. 

Fikri melanjutkan, PJJ yang dilakukan Mendikbud saat ini seharusnya lebih mengendepankan aspek kearifan lokal untuk menjaga identitas bangsa agar tidak hilang. 

“Pendidikan itukan ada aspek konservasi karena kita punya karakteristik khas sebagai bangsa yang tentu berbeda dengan bangsa lain. Sehingga merujuk ke falsafah lama pendidikan, ke akar budaya bangsa yang berbasis kearifan lokal, nilai agama dan adat ketimuran tentu harus dijaga,” ungkapnya. (TP 2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *