tobapos.co – Kepala Rutan Kelas I Medan, Nimrot Sihotang A.md, I.P., S.H., M.H (foto-kiri) menyebutkan, sampai saat ini pihaknya sudah menyediakan sebanyak 12 bidang pelatihan mandiri yang diberikan dan bisa dimanfaatkan para warga binaan disana. Itu keseluruhannya jenjang keterampilan sederhana, terlaksana, serta dibutuhkan di tengah masyarakat agar mampu bersaing di dunia kerja setelah bebas menjalani hukuman.
“Jadi saya tidak muluk-muluk, selama mengemban amanah tugas sebagai pimpinan di pemasyarakatan ini (Rutan Kelas I Medan-red). Program pemerintah dalam hal ini Bapak Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Bapak Yasonna Laoly sudah jelas, menciptakan narapidana atau warga binaan From Zero To Hero,” jelasnya kepada sejumlah awak media, Senin (24/7/2023).
Lanjut mantan Kepala Rutan Labuhan Deli itu, “Dan ternyata apa yang namanya tempahan, kalau sungguh-sungguh dikerjakan, pasti berhasil sesuai dengan rancangan dari apa yang mau kita tempah. Gak susah, apalagi ini kita bicara objeknya manusia, yang memiliki nalar dan logika serta hati nurani untuk menentukan mana yang baik dan mana yang buruk. Selagi kita petugas kemasyarakatan serius dan memantau ketat, pasti terlaksana.” sebut Nimrot.
Menurut Nimrot lagi, saat ini ke 12 jenis kegiatan keterampilan mandiri yang terlaksana ril dan terus berjalan tanpa melanggar ketentuan prosedur. Warga binaan yang terampil tidak menutup kemungkinan ke depannya untuk diajak berkolaborasi bersama-sama mengembangkan usaha tersebut.
“Untuk sekarang ini ke 12 jenis kegiatan keterampilan mandiri itu, memiliki tempatnya masing-masing dibangun. Jenisnya ada kegiatan peternakan, bengkel, pangkas, konveksi, meubeler, handycraft , doorsmeer, pertanian, perikanan seni kerajinan tangan, salon mobil, dan furniture atau perabotan dan lainnya.”
“Modal yang digunakan untuk pelatihan tersebut berasal dari dana koperasi pegawai, kemudian dikelola bersama warga binaan. Pegawai-pegawai kita nantinya meminjam ke koperasi kita, dan merekalah yang memodalinya, kemudian hasilnya dikembalikan lagi koperasi dan bagi hasil juga dengan warga binaan,” pungkasnya.
WBP Rutan Kelas I Medan Bertekad Menjadi Masyarakat Mandiri
Masih terkait 12 bidang kerja pelatihan keterampilan mandiri tersebut, yang merupakan wujud pelaksanaan Program Kerja Kementerian Hukum dan HAM RI, ternyata dipantau ketat. Tahapan dan perkembangannya selalu direvisi ketat pula. Sehingga para narapidana yang tengah menggeluti praktek keterampilan mandiri itu benar-benar memahami dan menguasai kegiatan yang mereka ikuti.
“Dalam waktu dekat akan bebas dari penjara ini dan tentunya kembali ke tengah masyarakat. Jumlah kami berkisar ratusan orang yang sudah bertekad pada saat bebas nanti menjadi masyarakat yang mandiri, berkarya sendiri untuk melanjutkan kehidupan dari keterampilan yang sudah kami tekuni di dalam Rutan. Ini modal kami,” ujar Piter Hutasoit, salah seorang narapidana disana.
Hutasoit menambahkan, “Saya sudah dua bulan terus rutin menekuni praktek ayam petelur. Disini saya dibina langsung oleh Pak Jefri Sinaga, petugas sipir. Beliau diunjuk Karutan (Kepala Rutan) Pak Nimrot Sihotang khusus di bidang ini. Awalnya saya sempat pesimis dan bertanya, apa keterampilan ini dapat menjadi pegangan saya mencari makan setelah bebas?”
“Namun setelah saya tekuni sekian lama, saya beryukur. Terbukti sangat bermanfaat. Apalagi kerjanya di lahan nyata. Mulai dari mempersiapkan ternak, kandangnya, sampai pemeliharaan dan juga vaksinnya. Bahkan sampai ke tahapan meracik makanan sumber protein ternak dari larva maggot yang kita ternak menggunakan sisa makanan di Rutan ini,” kata Piter.
Masih dinyatakan Narapidana lainnya, mereka sangat serius dalam mempelajari keteramppilan yang disiapkan Rutan Kelas I Medan itu. “Awalnya memang agak malas, tapi lama kelamaan kami semakin menikmati dan memahami sampai mandiri melakukannya sendiri, petugas sipir juga gak main-main memantau kita,” ujar pria disapa Wak Ian, yang menggeluti pelatihan otomotif mesin mobil.
Ada lagi Napi yang menambahkan, “Ini (pelatihan keterampilan) sudah terbukti, rekan kami sesama Narapidana yang sudah bebas, ada beberapa orang menghadapi kendala untuk berusaha mandiri. Dan ternyata rekan kami itu datang berkoordinasi ke Rutan ini dan akhirnya mendapat solusi, hingga dapat mandiri menjalankan usahanya sampai sekarang,” ujar Narapidana bernama Desman, sekaligus menutup perbincangan dengan wartawan, (REP/tvonenews/TP).