KoRan Optimis Pilpres 2024 Satu Putaran, Beban Negara Hemat 15 Triliun

Headline Politik

tobapos.co – Meminimalisir penggunaan dana Pemilu tentu dengan strategi yang matang. Upaya menghemat anggaran pada Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024 mendatang pasti mengurangi beban negara. 

Harapan ini disampaikan Presedium Kongres Rakyat (KoRan) Sutrisno Pangaribuan dalam narasinya berpendapat, dana Pemilihan Umum (Pemilu)  Tahun 2023-2024 telah disepakati oleh Komisi Pemilihan Umum RI ( KPU RI ) dan Dewan Perwakilan Rakyat RI ( DPR RI ) pada Senin (6/6/2022) di Gedung DPR RI sebesar Rp76,656 triliun. 

Jumlah dana tersebut meliputi anggaran tahun 2022, 2023, dan 2024. Dengan perincian, untuk tahun anggaran 2022 yang diusulkan sebesar Rp8,061 triliun. 

Anggaran untuk tahun 2023 sebesar Rp23,857 triliun dan 2024 Rp44,737 triliun. 

Total anggaran yang akan digunakan sebesar 82,71 persen atau sebesar Rp63,405 triliun.

Dana ini sebut  Sutrisno,  digunakan untuk kegiatan tahapan pemilu, yakni, honor badan adhoc, logistik pemilu, serta untuk sosialisasi dan pendidikan politik pemilih.

Kata Sutrisno,  mengutip keterangan Ketua KPU RI,  Hasyim Asy’ari, sebanyak 17,29 persen anggaran atau Rp 13,250 triliun akan dimanfaatkan untuk pembangunan, renovasi atau rehabilitasi kantor. 

Begitu juga untuk gudang, sewa kendaraan operasional untuk 549 satuan kerja atau satker. Berikutnya untuk uang kehormatan komisi, gaji dan tunjangan kinerja pegawai sekretariat KPU di seluruh Indonesia. 

Baca Juga :   KPU Kabupaten Toba Laksanakan PlenoTerbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan Periode Triwulan I 2022

Kemudian untuk belanja operasional kantor, dukungan IT peralatan komputer, serta perekrutan KPU provinsi, kabupaten, dan kota se Indonesia. KPU merinci anggaran Pemilu 2024 itu untuk kebutuhan badan adhoc yakni honor dan operasional kerja badan adhoc sebesar Rp34,443 triliun atau 44,93 persen dari anggaran. 

Honor badan adhoc pada 2024 naik cukup signifikan bahkan hampir mencapai tiga kali lipat.

Untuk honor KPPS untuk Pemilu 2024 dirancang sebesar Rp1,5 juta per orang, sebelumnya honor KPPS di 2019 sebesar Rp550 ribu. 

Begitu juga, honor PPK di 2019 sebesar Rp1,8 juta dan di 2024 dirancang sebesar Rp3 juta, kemudian untuk PPS dari Rp1,3 juta menjadi Rp2,45 juta. Lebih lanjut anggaran untuk kebutuhan logistik pemilu porsinya Rp16,017 triliun atau 20,90 persen dari total anggaran. 

KPU juga membuat pos anggaran untuk alat pelindung diri sebesar 6,07 persen atau Rp4,652 triliun.  

Selanjutnya KPU juga menganggarkan untuk Pilpres 2024 putaran kedua. Anggaran itu untuk honor KPPS selama 1 bulan, logistik, pemungutan dan penghitungan suara, serta rekapitulasi penghitungan suara yakni Rp14,479 triliun atau 18,89 persen dari anggaran.

Pilpres Pasti Satu putaran,  langkah strategis ini tentu mengurangi beban.  KoRan rekan juang Ganjar Pranowo optimis Pilpres 2024 hanya satu putaran.

Baca Juga :   Di Kecamatan Merek Wilayah Polres Karo, Tempat Ini Diduga Dijadikan Penampungan CPO Secara Ilegal

Ganjar Pranowo sebagai calon presiden dengan elektabilitas tertinggi di semua Lembaga survey, tentu menjadi modal awal yang baik baginya, tukas Sutrisno. 

Gerakan rekan juang politik, relawan dan simpatisan menunjukkan tren positif pada Capres Ganjar.  Sementara  kandidat lain, baik Anies Baswedan maupun Prabowo Subianto, pun semakin kencang. 

Bagi Kongres Rakyat Nasional ( KoRaN ), rekan juang politik Ganjar Pranowo, Pilpres pasti satu putaran, sekalipun Capres/ Cawapresnya lebih dari 2 paslon. 

Upaya untuk memastikan Pilpres satu putaran itu bagian dari perjuangan, sebab bangsa kita dapat menghemat Rp14,479 triliun. 

Meskipun pilpres 2024 diikuti 2, atau 3 Paslon, KoRaN optimis Ganjar Pranowo dapat menang dalam satu kali putaran. Pendukung Jokowi di Pilpres 2019 akan simetris dengan pendukung Ganjar Pranowo, dan kecenderungannya bertambah. 

Mengacu kepada perolehan suara Jokowi di Pilpres 2019, sebesar 55,50% dari suara sah nasional, maka Ganjar Pranowo dipastikan dapat menang dalam satu kali putaran. 

Oleh karena itu, partai politik pengusung dan pendukung Jokowi di Pilpres 2019, dan saat ini menjadi bagian dari Kabinet Indonesia Maju diharapkan untuk tidak ragu menetapkan pilihan mengusung dan mendukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.

Baca Juga :   Data Salah, Bansos 99.450 Warga Jakarta Belum Bisa Cair

Cawapres Dari Luar Jawa

Upaya memenangkan Pilpres tentu merupakan tujuan dari kontestasi politik, namun persatuan dan kesatuan bangsa harus tetap terjaga. Dalam sejarah pergerakan pemuda, perjuangan kemerdekaan, hingga menjadi negara merdeka dan memiliki presiden dan wakil presiden, keterwakilan nusantara menjadi konsensus bersama. 

Kepemimpinan Nasional pertama, Soekarno dari Jawa, Mohammad Hatta dari Sumatera. Tentu bukan karena kebetulan itu dirancang, pasti telah melalui berbagai percakapan intensif dari para pendiri bangsa. Di masa orde baru pun, Presiden Soeharto, dari Jawa, pernah didampingi Wakil Presiden Adam Malik, dari Sumatera dan Wakil Presiden Baharuddin Jusuf Habibie, dari Sulawesi. Sewaktu Presiden Megawati Soekarnoputri dari Jawa, Wakil Presiden Hamzah Haz, dari Kalimantan. Presiden Susilo Bambang Yudoyono periode pertama dan Presiden Joko Widodo periode pertama, keduanya bersama Wakil Presiden  Jusuf Kalla, dari Sulawesi. 

Berdasarkan fakta tersebut, maka sangat tepat, jika Calon Presiden Ganjar Pranowo disandingkan dengan Calon Wakil Presiden dari luar pulau Jawa. Pilpres satu putaran tersebut akan semakin pasti dengan kolaborasi pasangan nusantara, calon presiden dari Pulau Jawa, dan calon wakil presiden dari luar Pulau Jawa.MM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *