Kapolres Belawan Terkesan Diam, Premanisme Terang-terangan Mengganggu Iklim Usaha di Wilkumnya

Headline Kriminal

tobapos.co – Belum ada pernyataan sikap maupun tindakan tegas berarti Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi SIK terkait aksi puluhan preman yang sampai saat ini, Jumat (12/6/2026), sudah dua hari, terang-terangan menyerang, membuat kerusuhan, bahkan sampai melukai para pekerja, sehingga dinilai mengganggu iklim usaha yang ada di wilayah hukumnya, menjadi pertanyaan besar pihak PT Belawan Indah (PT BI) sebagai korban dalam persoalan ini.

Menurut sumber beberapa pekerja PT BI, lebih gawatnya, semalam, pada Kamis (11/6/2026), sore, sebagai mediator, ada Camat Medan Belawan, Danramil 09/MB, Dinas Perukim Pemko Medan dan Kepala Polsek Medan Belawan, telah melakukan mediasi, PT Belawan Indah dengan pihak PT SBP yang diduga sebagai otak di belakang aksi premanisme ini.

Namun komplotan para preman dari salah satu ormas itu masih berani kembali mendatangi lokasi PT Belawan Indah di Kampung Salam, Pelabuhan Belawan, dengan membawa sajam dan membuat rusuh, mengintimidasi lalu berusaha membangun tembok beton di areal milik PT Belawan Indah.

Padahal, hasil mediasi semalam oleh Forkopimcam, Camat Medan Belawan  bersama Kejari Belawan dan Polsek Medan Belawan, dalam kesepakatan pertemuan sudah menegaskan dalam sebuah surat, bahwa PT SBP tidak berhak dan tidak bisa melakukan pembangunan tembok di tanah milik PT Belawan Indah, terlebih tidak ada memiliki izin PBG dari pemerintah Kota Medan.

Foto : Surat hasil keputusan mediasi yang dilakukan Forkopimcam Medan Belawan//

Masih terang sumber, ironinya, kesepakatan pertemuan yang resmi ditandatangani instansi negara tingkat kecamatan itu terang-terangan dilanggar oleh pihak PT SBP, dimana diduga preman bayaran yang berpihak ke PT SBP saat ini melakukan pembangunan tembok di arel PT Belawan Indah, melakukan pengerusakan hingga merusuhi aktivitas para pekerja PT Belawan Indah.

Dan informasi pekerja PT BI terkait adanya puluhan preman bayaran yang menggganggu keamanan kenyamanan pengusaha dalam menjalankan usahanya itu pun disampaikan melalui konfirmasi kepada Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi melalui sambungan telepon dan pesan whatsaap, tetapi alangkah anehnya, informasi dari masyarakat yang memang terkait tupoksinya menjaga keamanan dan ketertiban umum, sudah sampai dua hari, Kapolres Pelabuhan Belawan itu terkesan enggan merespon.

Kesan bungkamnya Kapolres Pelabuhan Belawan ini terhadap konfirmasi dari para awak media memunculkan tanda tanya semakin besar atas isu yang beredar di lapangan, bahwa diduga ada kedekatan khusus antara preman bayaran dengan PT SBP yang diduga menyuruh dengan Kapolres Pelabuhan Belawan diduga sebagai beking?

Kondisi itu semakin dirasa jelas, dengan tingkat keberanian para preman yang terang-terangan membawa sajam dan mengganggu aktivitas kerja perusahaan (PT Belawan Indah), melakukan pengancaman bahkan melukai, namun kepolisian setempat diduga malah melakukan pembiaran atas kelakuan preman bayaran tersebut,” ungkap pekerja di PT BI.

Setelah melakukan konfirmasi kepada Kapolres Belawan AKBP Rosef Efendi, lanjut dikonfirmasi pihak PT SBP melalui Sri Hartati, dari telepon dan pesan WhatsApp, namun sampai berita dikirim ke redaksi, jawaban belum diterima. (Tom/foto – Preman’ suruhan ramai di lokasi milik PT Belawan Indah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *