tobapos.co – Sekitar dua minggu lebih dan sampai sekarang ini masih beroperasi lokasi besar perjudian dadu hingga jenis tembak ikan di sebuah gudang, di Desa Jandi Meriah, Tiganderket, Kabupaten Karo, Sumut. Sabtu (22/6)2024).
Omset pengelola lokasi sekaligus bandar perjudian itu diperkirakan bisa meraup ratusan juta rupiah per harinya.
Kerap beroperasi sejak siang, sore hari sampai subuh baru berhenti dan besoknya kembali lagi beroperasi.
Narkoba jenis sabu -sabu pun seperti bebas beredar di lokasi tersebut.
Ada campur tangan diduga oknum aparat sehingga lokasi perjudian kebal hukum itu bisa tetap beroperasi.
Jatah uang setoran dari panitia perjudian itu juga diduga mengalir ke berbagai oknum aparat pemerintah lainnya, sampai kepada oknum -oknum dari ormas.
Sebenarnya masyarakat sudah sangat geram sekali akan aktivitas perjudian tersebut.
Sehingga masyarakat berharap (plh) Kapolres Tanah Karo AKBP Oloan Siahaan berani menindak perjudian tersebut dan minimal menyegel (memasang garis polisi) supaya nyata dan masyarakat yakin tindakan hukum dilakukan, meski dinilai sangat berat bos pengelola perjudiannya yang ditangkap.
“Kalau cuma foto-foto, buka lagi itu Bang, gak jelas itu, coba dipasang garis polisi atau police line, biar jelas kan, itu lokasi lama Bang, gitu-gitu aja,” kata sumber informasi.
Sambungnya, “Kalau Kapolres gak berani, biar masyarakat yang turun tangan,” tambah sumber.
AKBP Oloan Siahaan yang dikonfirmasi menjawab, “Bila ada tindak pidana tentu akan kami lakukan upaya hukum, namun bila tidak ada pelanggaran atau tindak pidana yg terjadi kami himbau kepada masyarakat untuk sama2 memelihara kamtibmas dan tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Demikian.” balas AKBP Oloan.
Menanggapi jawaban Kapolres Tanah Karo itu, Ketua LSM Gebrak Max Donald dimintai tanggapan, mengatakan,” Perlu ada apresiasi terhadap wartawan yang memberikan informasi, apalagi informasi itu membantu tugas polisi,” katanya singkat. (MR)