Gratis, Pengacara Ternama Darmawan Yusuf Nyatakan Siap Perjuangkan Bila Ada Korban Lain Merasa Dirugikan Asuransi Jiwa Generali Indonesia

Headline Sekitar Kita

tobapos.co – Adanya tanggapan yang masuk ke email redaksi beberapa media termasuk tobapos terkait pemberitaan pada 18 Maret 2022, dengan judul : https://tobapos.co/kantor-asuransi-generali-nyaris-disegel-kepala-ojk-regional-5-sumatera-bagian-utara-diminta-dicopot/, dari perusahaan Asuransi Jiwa Generali Indonesia, membuat tim media ini kembali meminta penjelasan dari Kuasa Hukum nasabah (Ibu Anik), Darmawan Yusuf SH, SE, MPd, MH (foto-atas) agar lebih terang benderang persoalan tersebut diketahui masyarakat luas.

Kepada media ini dan untuk media lainnya, Darmawan Yusuf menjawab yang disebut pihak Asuransi Generali, “Sampai saat ini, kuasa hukum nasabah sendiri tidak pernah melakukan komunikasi resmi apapun kepada kami baik melalui surat keluhan maupun somasi, selain ucapan dan komentar yang bersangkutan melalui media”

Foto: Massa Ampera saat demo di Asuransi Generali yang seteleah itu dalam aksi nyaris menyegel//

Menimpali pernyataan itu, pengacara kondang Darmawan Yusuf menegaskan, “Media (Wartawan) bergerak sifatnya independen dalam mencari kebenaran sesungguhnya. Para jurnalis yang mencari saya, menelepon saya, mengkonfirmasi saya terkait tanggapan dalam kasus ini, ya saya jawab, lalu kenapa dia bilang ‘Kuasa Hukum tidak pernah melakukan komunikasi resmi apapun kepada kami (Generali) baik melalui surat keluhan maupun somasi, selain ucapan dan komentar melalui media’, kan media yang bertanya dan saya menjawab, saya menanggapi.” tegasnya. Sabtu (19/3/2022), menambahkan “Rekan-rekan media itu memiliki intelektual dan profesional, independen mencari kebenaran sesungguhnya dalam menelusuri apapun itu.”

Dijelaskan Darmawan sosok pengacara berkelas itu lagi, “Jadi kita (Kuasa Hukum) mendatangi kantor (Asuransi generali Multatuli/Galaxy Team Medan), mendampingi anak kandung nasabah (Ibu Anik) untuk menjumpai pimpinan agensinya, malahan kita disuruh buat surat, ngomongnya dikit-dikit ke pusat jadi apa fungsinya agensi?, pertama klien saya masuk melalui agensi kan gak pakai surat, kok sekarang pakai surat, saat menawarkan produk Asuransi Generali dengan mulut manis, tapi kita mau jumpa agensi harus pakai surat lagi, sudah jangan banyak alasan, dengan ini tentunya masyarakat bisa menilai,” terangnya.

Foto: massa Ampera saat aksi di OJK Regional 5 Sumbagut//

Disinggung wartawan dalam wawancara, saat aksi kemarin massa Ampera mengkhawatirkan ada banyak ‘Ibu Anik’ lainnya yang diduga menjadi korban di Asuransi Generali, namun takut meminta haknya karena merasa tidak berani melawan perusahaan sebesar itu dan tidak mempunyai dana untuk menyewa jasa pihak ketiga/lawyer.

Baca Juga :   Asah Kemampuan Personel, Kapolrestabes Medan Latihan Menembak Bersama Jajaran PJU

Darmawan mengatakan, “Demi kebenaran dan keadilan, saya siap mendampingi mereka kalau ada merasa dirugikan, korban-korban lainnya yang merasa dirugikan oleh asuransi tersebut, saya siap untuk mendampingi ,masalah biaya tidak usah dipikirkan, saya siap memperjuangkan tanpa biaya.”

“Silahkan datang ke kantor saya, baik yang di Jakarta dan di Medan, silahkan datang kalau ada para korban lainnya yang merasa dirugikan, saya tegaskan lagi silahkan datang, saya akan memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma, ini alamat kantor saya,” jelasnya, di Jalan Daan Mogot Nomor 9 BM, Jakarta, Law Firm DYA (Darmawan Yusuf & Associates ). Di Medan, ada di Kompleks Ruko Citra Land Gama City, Blok R 10 No.18, silahkan datang, kami siap untuk membantu.

Foto: Massa Ampera saat hendak menginap di OJK regional 5 Sumbagut//

Berubah- ubah, Dulu Gugur Sekarang Dihentikan, Dicoret

Masih diterangkan lagi oleh pengacara kondang Darmawan Yusuf SH, SE, MPd, MH yang dikenal vokal membantu masyarakat yang membutuhkan keadilan itu, sebab pihak Asuransi Generali maupun OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara tetap menjadikan alasan bahwa kasus Ibu Anik yang klaimnya tidak juga dibayarkan karena telah berproses hukum di pengadilan, dimana sebelumnya dikatakan gugatan Ibu Anik “Gugur” dan kini menjadi “Dihentikan, Dicoret”, sehingga membuat masyarakat banyak tidak paham.

Darmawan menjelaskan, “Dihentikan, dicoret pengadilan itu bukan berarti gugatannya ditolak, tetapi klien saya mengurungkan niatnya menghadiri persidangan, jadi disitu belum ada tahap pembuktian atau pun menghadirkan saksi-saksi dalam perkara itu, makanya gugatannya gugur itu menurut hemat saya bisa dianggap belum pernah mengajukan gugatan sehingga kapan saja boleh menggugat lagi,”

“Berulang kali saya bilang, jangan membuat kata-kata yang sulit dicerna oleh masyarakat, masyarakat ini butuh keadilan butuh pemahaman yang lebih simpel, jangan membuat statemen/pernyataan yang sulit dimengerti masyarakat.”

Foto : Massa saat hendak menyegel kantor Asuransi Generali Multatuli, Galaxy Team Medan//

“Jadi kapan pun klien saya Ibu Anik mau mengajukan upaya gugatan kembali, kapan pun bisa, kalau kita bicara salah satu pihak menang itu harus inkrah, selesai total, tidak bisa diajukan, nah ini buktinya klien saya kapan pun bisa mengajukan. Untuk itulah saya mendampingi klien saya mendatangi pimpinan agensi Generali guna mempertanyakan, ” tukasnya.

Baca Juga :   5 Oknum Anggota Sat Narkoba Polrestabes Medan Diadili, Diduga Gelapkan Uang Hasil Penggeledahan

Di akhir wawancara, diipertegas Darmawan soal pihaknya disebut tidak pernah berkomunikasi melalui surat maupun berkomunikasi secara resmi, “Klien saya melalui anaknya, bersama saya mendatangi kantor Asuransi Generali Multatuli (Galaxy Team Medan) untuk berjumpa agensi dan kepala-kepala agensinya, pimpinan tertingginya, tetapi sungguh kecewa sampai hari ini belum ada kabar.”

“Gimana mau melayangkan surat, ketika klien saya masuk, agensi bermulut manis dan membujuk rayu klien saya untuk masuk asuransi Generali, ketika sekarang klien saya meminta bantuan agensi untuk pencairan, malah sekarang membicarakan surat-surat, emang waktu pertama ketika kita masuk melalui surat? kan gak ada, kan agensi yang menawarkan. “

“Kita datang baik-baik untuk menemui agensi, menanyakan terkait klien kita ini, anaknya datang menanyakan gimana nasib Ibunya. Ibu Anik sudah membayar 16 kali, 1 bulannya Rp10 juta, jadi total sudah Rp 160 juta, masak sampai sekarang kami datang aja mau minta surat, harus pakai surat-surat.”

“Mudah-mudahan dengan kasus Ibu Anik ini, kita semua bisa cerdas, kami kan hanya minta hak, bukan yang lain-lain. Katanya ada data yang tidak sesuai, kami suruh buka, sampai hari ini tidak dibuka. Ada dua polis Ibu Anik di Asuransi Generali, dua polis itu beda, polis syariah dan konvensional, sekarang kita berbicara yang konvensional, jangan kait-kaitkan dengan yang lain-lain. Untuk yang konvensional semenjak saya pegang sebagai Kuasa Hukum, bulan Februari sampai sekarang saya belum mengajukan upaya hukum apapun, jangan diputar-putar.” tutup Darmawan Yusuf.

Sebelumnya

Sekedar mengulas balik, Ibu Anik yang merupakan nasabah Asuransi Jiwa Generali masuk di asuransi tersebut pada Mei 2018 dengan premi 10 juta rupiah per bulannya. Sekitar Oktober 2018 Ibu Anik divonis penyakit kritis kanker, dan seharusnya diberikan manfaat asuransinya oleh pihak Generali sebsar Rp 3 miliar. Namun tiga tahun lebih, sampai sekarang tak kunjung dicairkan dengan berbagai alasan yang terkesan tidak masuk akal.

Baca Juga :   Tragis, Wartawati Tergilas Truk CPO

Diketahui lagi, ada 5 brand asuransi lainnya milik Ibu Anik melalui tim investigasinya melakukan pemeriksaan klaim termasuk tim dari Asuransi Jiwa Generali, namun mengapa hanya Asuransi Generali yang tidak mencairkan, sedangkan asuransi lainnya dicairkan, padahal seluruh asuransi tersebut berada dibawah naungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Beberapa elemen masyarakat, mahasiswa (Ampuh, Ampera dll) yang mewakili Ibu Anik sebagai kontrol sosial juga telah melakukan unjukrasa di kantor Asuransi Generali Multatuli Medan (Galaxy Team Medan) yang dipimpin Tan Tjing Hua, Susana, Suwandi, Suharni Rimba, agar hak Ibu Anik diberikan, namun hingga detik ini sepertinya diabaikan, bahkan kantor asuransi Generali tersebut nyaris disegel dengan spanduk oleh massa (Ampera), tetapi karena adanya pernyataan keberatan dan perlawanan, massa mahasiswa dan masyarakat mengurungkan niatnya.

Ampera Nilai Asuransi Generali Ciderai Demokrasi, Kebebasan Berpendapat

Menanggapi pernyataan dari PT Asuransi Generali Indonesia mengenai kalimat yang dikirimi ke beberapa redaksi media, dimana ada menyatakan agar tidak terpancing peradilan jalanan, membuat Ampera melalui Astrada kembali mengungkapkan kepada awak media, “Kita semua sebagai warga negara yang baik wajib mematuhi seluruh aturan hukum yang ada.”

“Generali harus pahami, bahwa kami sebagai mahasiswa yang juga berkewajiban sebagai kontrol sosial di masyarakat, dan bertindak didasari UUD 1945 Pasal 28 tentang menyampaikan pendapat di muka umum, merupakan salah satu hak asasi manusia yang dijamin, biar saudara paham, dalam pasal tersebut berbunyi, “Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-Undang”.

Kemudian Pasal 9 UU No.9 Tahun 1998, “Bentuk penyampaian pendapat di muka umum dapat dilaksanakan dengan: unjuk rasa atau demonstrasi; pawai; rapat umum; dan atau mimbar umum”

“Jadi siapapun berhak menyampaikan aspirasinya. Untuk itu kepada PT Asuransi Generali Indonesia, pernyataan yang disampaikan sangat mencinderai demokrasi, kebebasan berpendapat. Kemudian dalam Pasal 18 UU No. 9 Tahun 1998, setiap orang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan menghalang-halangi hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum yang telah memenuhi ketentuan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun.” ujar perwakilan Ampera itu.(TP)

1 thought on “Gratis, Pengacara Ternama Darmawan Yusuf Nyatakan Siap Perjuangkan Bila Ada Korban Lain Merasa Dirugikan Asuransi Jiwa Generali Indonesia

  1. Mohon kira nya sy dapat di bantu ampera.sy kredit sepeda motor.di lesing FIF.karena motor nya hilang.Ansuransi nya sudah keluar sejumlah.15 juta. Sy hanya di beri 2,5 jt dan sy tidak mau.mohon di bantu pak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *