tobapos.co – Geliat wisata mampu mendorong peningkatkan perekonomian di tengah-tengah masyarakat .Salah satu yang berkaitan wisata adalah kembali menumbuh kembangkan kebudayaan lokal pada budaya Batak.
Sebagaimana Sumatera Utara kaya dengan budayanya. Oleh karena itu melalui kegiatan yang akan datang keberadaan budaya Batak harus dilestarikan.
Dalam hajatan perayaan Hari Ulos Nasional nantinya, pihak pengurus akan menampilkan salah satu legalitas budaya kebanggaan masyarakat Sumut.
Untuk itu acara perayaan hari ulos segera digelar pada tanggal 17 Oktober 2021 yang rencananya diadakan di Melenium Plaza Medan bersama tampilan berbagai Parade Ulos.
Ketua Panitia acara perayaan Hari Ulos Nasional tahun 2021 Daniel Kaban melalui unsur pengurus Rina Sipahutar didampingi Reni Simanjuntak kepada wartawan Selasa (5/10/2021), menuturkan, tujuan dilaksanakannya perayaan ini sebagai wujud pembangunan karakter bangsa yang positif, dinamis, berkaloborasi dengan kearifan budaya lokal.
Puncak acara ini diharapkan akan mengulangi mengukir suksesi memecahkan rekor MURI untuk ke 2 kalinya, yang tentunya pada perlombaan tetap menjunjung tinggi protokol kesehatan (Prokes) yang berlaku.
Kegiatan juga akan dirangkai dengan diadakannya Lomba Duta Ulos tahun 2021 yang diikuti peserta laki-laki dan perempuan, lomba modifikasi ulos terbaik, lomba kelompok tenun ulos, pemutaran flim dokumenter tentang ulos dan juga dimeriahkan dengan konser musik daerah maupun fashion show pakain Adat.
“Disamping itu juga untuk menampung kreativitas dan memotivasi generasi penerus untuk melestarikan budaya, apalagi ulos sebagai warisan budaya bangsa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tetap perlu dilestarikan,” ungkap Rina Sidabutar
Rina menjelaskan sejarah ulos dengan melansir laman warisan budaya Kemendikbud .go.id Suku Batak sudah mengenal ulos sejak abad ke-14, bersamaan dengan masuknya alat-alat tenunan dari India. Awalnya ulos berfungsi sebagai penghangat bagi nenek moyang Suku Batak yang hidup dikawasan pegunungan dan dataran tinggi.
Berdasarkan pandangan Suku Batak, terdapat tiga unsur yang menjadi dasar dalam kehidupan manusia yakni; darah, napas dan panas. Seiring waktu berjalan ulos menjadi lambang ikatan kasih sayang antara orang tua dan anak dan antara satu orang dengan yang lainnya
“Menjadi suatu kebanggan dimana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia pada 17 Oktober 2015 menetapkan tanggal 17 Oktober menjadi Hari Ulos Nasional ,” ungkap Rina Sidabutar.(MM)