tobapos.co – Perumda Pasar Jaya sejak pandemi dipercaya oleh Pemda DKI untuk melakukan pendistribusian sembako dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 di DKI Jakarta.
Dalam pendistribusian bansos ini sendiri prosesnya memang tidak mudah mengingat sedang ada pandemi dan pembatasan social berskala besar yang ada di Jakarta dan sekitarnya.
“Namun Pasar Jaya terus berkomitmen untuk melakukan tugas tersebut sehingga masyarakat yang terdampak ekonominya bisa terbantu,” kata Dirut Pasar Jaya Arief Nasrudin di Jakarta, Jumat (25/12/2020).
Dikatakan Arief, dalam penyediaan barang sendiri yang tidak kalah penting adalah memastikan komoditi barang bansos sesuai dengan kelengkapan item barang. Dan juga sesuai dengan permintaan Pemda DKI melaluiDinas Sosial dan Dinas KPKP.
“Dalam pelaksanaanya Pasar Jaya disini menyediakan komoditi brand nasional yang sudah familiar di masyarakat. atau sesuai sample gambar bansos,” ujar Arief.
Sementara itu, Manager Umum dan Humas Perumda Pasar Jaya, Gatra Vaganza menegaskan pelaksanaan bansos ini terus dilakukan sebaik mungkin agar sesuai dengan harapan masyarakat.
“Item barang yang diterima oleh masyarakat jumlahnya juga sama disetiap kotak paketnya. Pendistribusian barang bansos sendiri hingga saat barang diturunkan di gudang maka petugas akan melakukan cek kondisi seluruh barang yang masuk,” terang Gatra.
Masih kata Gatra, kondisi yang baik tidak hanya fisik luarnya saja. Tapi petugas melakukan pengecekan hingga kondisi dalamnya. Seperti halnya produk beras yang petugas melakukan pengecekan acak untuk memastikan jenis berasnya sesuai dengan standar mutu.
“Proses pengepakan sendiri juga tidak mudah karena dan membutuhkan kehati-hatian agar tetap baik kondisinya dalam pengepakan. Karena barang bansos ini adalah barang yang mudah rusak.
Petugas akan mengecek barang yang akan diangkut ke mobil apakah barang kondisinya memang sudah layak. Barulah kemudian barang tersebut bisa diantarkan ke penerima di kantor RW masing-masing,” terang Gatra.
Dijelaskan pula, hal yang sama juga terjadi di tahapan pendistribusian juga tidak mudah. Mengingat titik penerima yaitu di masyarakat kadang berada di perumahan padat penduduk dan akses kendaraan terbatas.
“Petugas kami juga selalu mengingatkan kepada para RW atau penerima agar kondisinya tetap seperti semula hingga diterima kepada masyarakat,” papar Gatra.
Soal adanya anggapan bahwa ketidaksesuaian harga barang dalam kotak bansos, dengan tegas Gatra mengatakan penilaian itu tidak tepat. Sebab, di setiap nilai bansos yang terkirim ada juga biaya distribusi, biaya tenaga kerja dan juga biaya perlengkapan kerja.
“Sehingga biaya bansos tersebut tidak terpisahkan dalam proses distribusi dari Pasar Jaya ke masing-masing RW. Pasar Jaya sebagai pelaksana bansos di DKI Jakarta selalu menerima kritik dan juga saran perbaikan dari masyarakat. Prinsipnya Pasar Jaya selalu berkomitmen untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat DKI Jakarta,” tutup Gatra. (TP 2)