tobapos.co – Perjudian jenis tembak ikan hingga rolet dan macam lainnya di Jalan Danau Singkarak wilayah hukum Polsek Medan Barat, Polrestabes Medan beroperasi diduga lepas dari pantauan kepolisian setempat. Hal itu berdasarkan penelusuran maupun informasi yang diterima tim media ini.
Diketahui perjudian di lokasi dimaksud sudah lama menjadi keresahan masyarakat. Tempat berbentuk ruko itu juga pernah didatangi tim dari Sat Sabhara Polrestabes Medan saat dipimpin Dadang Hartanto (Sekarang berpangkat Brigjen) sebagai Kapolrestabes Medan, namun tak membuahkan hasil. Sebab mendapat perlawanan dari sekelompok pria bertampang seram bertubuh tegap.
Berjalan waktu sempat ditutup, namun beberapa bulan belakangan dan hingga kini Jumat (5/3/2021), lanjut beroperasi. Terkait ini Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko meski sulit dikonfirmasi wartawan melalui seluler, namun tetap akan diupayakan mengingat kode etik.
Dikaitkan dengan Gubernur Sumatera Utara Letjen (Purn) Edy Rahmayadi selaku Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Sumatera Utara, bahkan sampai mengeluarkan Surat Edaran tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat, sedangkan arena perjudian selain perbuatan melawan hukum, sangat rawan menjadi kluster penyebaran virus corona. Pasalnya, tidak mungkin dengan mesin judi yang di desain pemain berdekatan dibuat berjarak sesuai prokes.
Warga Mohon Walikota Bobby Nasution Ikut Campur
Kepala Daerah seperti Walikota diketahui dapat turut serta dalam segala sesuatu urusan yang terjadi di masyarakatnya, meski tindak kriminalitas merupakan fungsi utama pada petugas kepolisian sesuai Undang-Undang.
Namun bila untuk kenyamanan dan menyahuti keresahan masyarakat, Kepala Daerah seperti Walikota juga memiliki tanggung jawab untuk meminta kepolisian di daerahnya bertindak. Apalagi, dampak dari perjudian sangat mengganggu kehidupan rumah tangga dan juga dilarang agama.
“Dah lama kalau itu (judi) bang kami tau, pemuda disini pun jadi kesitu saja berjudi, jangan nanti semakin parah jadi mencuri, merampok kerjanya, kalau sudah kecanduan judi itu kan jadi nekat. Pemain dari luar juga pada kemari. Para ibu-ibu lagi, sudah berantam aja sama suaminya karna berjudi disitu habis uangnya,”
“Kalu bisa memohon, Bapak Walikota Medan Bobby Nasution ikut campur lah agar bisa judi itu ditutup selamanya. Kami masih yakin dengan Pak Bobby yang tak akan gentar, apalagi ini untuk kepentingan masyarakat banyak, mohon Pak Bobby,” ungkap warga. (TIM)