Warga Resah, Pijat Maya Diduga Tawarkan ‘Plus-plus’ & Kerap Buka Hingga Larut Malam

Kriminal

tobapos.co – Keberadaan pijat, kusuk lulur dengan nama “Maya” (foto-red) di Jalan Asrama, Kecamatan Helvetia, Medan tepatnya dekat simpang Gaperta Ujung membuat resah warga. Pasalnya, usaha yang menjajakan tenaga wanita muda itu kerap buka hingga larut malam.

Kondisi itu didapat tim tobapos.co sesuai informasi dari warga sekitar disana. “Kadang sampai jam dua malam masih buka itu usaha pijat Maya, laki-laki keluar masuk, saya lihat sendiri,” kata sumber inisial DD.

Lanjutnya, “Pernah kami datangi, untuk memperingatkan supaya ditutup, tapi pemiliknya malah melawan dan berkeras, melalui tobapos ini kami berharap Kapolsek Helvetia dan Camat Helvetia mendengar keluhan kami, tutup itu usaha,” katanya. Jumat (19/6/2020).

Ada lagi yang membuat warga heran, “Setahu kami supaya dapat izin dari pemerintah untuk operasionalnya (kusuk Maya) harus ada izin dari warga sekitar, tapi sepertinya ini tak pernah kami teken izin persetujuan, harus ditelusuri ini dugaan pemalsuan tandatangan warga,” kata DD lagi.

Informasi lainnya didapat, selain membuka usaha melebihi waktu dan diduga memalsukan tanda tangan warga, usaha pijat Maya itu diduga pula dijadikan lokasi pijat ‘plus-plus’, sehingga aparat kepolisian bisa melakukan penyelidikan.

Diketahui untuk menjerat penyedia PSK bisa dijerat Pasal 2 ayat 1 Jo pasal 17 UU RI No. 21 tahun 2007 tentang Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan, Pasal 296 KUHP, dan Pasal 506 KUHP yang ancamannya 15 tahun penjara.

Terkait ini, pemilik usaha yang hendak dikonfirmasi melalui seluler belum memberikan jawaban.(TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *