Tinjau Rumah Adat Sisingamangaraja Yang Terbakar, Rico Waas Pastikan Segera Dilakukan Perbaikan

Headline Pemerintahan

tobapos.co – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau lokasi kebakaran replika Rumah Adat Batak di kawasan Monumen Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja, Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota, Jumat (26/6/2026).

Kebakaran menghanguskan sebagian besar bangunan, terutama pada bagian atap yang terbuat dari ijuk pohon aren. Material yang kering membuat api dengan cepat merambat hingga melalap atap dan sebagian besar konstruksi kayu bangunan tersebut.

FOTO : Walikota Medan Rico Waas saat melakukan peninjauan//

Dalam peninjauan yang didampingi Kadis Perkimcikataru John Ester Lase dan Camat Medan Kota Andy Syahputra, Rico Waas mengatakan dirinya sengaja datang untuk melihat langsung kondisi bangunan yang menjadi salah satu simbol kebudayaan di Kota Medan tersebut.

“Beberapa waktu lalu terjadi kebakaran di kawasan Monumen Raja Sisingamangaraja yang berada di depan Stadion Teladan. Di lokasi ini terdapat patung Raja Sisingamangaraja dan replika Rumah Adat Batak yang sudah cukup lama berdiri. Hari ini saya turun langsung untuk melihat kondisinya,” ujar Rico Waas.

Berdasarkan informasi yang diterima, bangunan tersebut merupakan aset Pemerintah Kota Medan. Karena itu, Rico Waas memastikan Pemko Medan akan segera melakukan perbaikan agar bangunan tersebut dapat kembali berdiri dan dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Foto: Replika rumah adat Batak di Jalan Sisingamangaraja Medan yang terbakar//

“Dari data yang kami terima, bangunan ini merupakan bagian dari aset Pemerintah Kota Medan. Kami akan segera melakukan perbaikan agar kembali layak. Ini merupakan bagian dari simbol kebudayaan Kota Medan yang harus kita jaga, lestarikan, dan kita buat menjadi lebih baik lagi,” katanya.

Rico Waas menegaskan, keberadaan replika Rumah Adat Batak dan Monumen Raja Sisingamangaraja memiliki nilai sejarah dan budaya yang penting bagi masyarakat. Oleh sebab itu, upaya pemulihan akan segera dilakukan agar kawasan tersebut tetap menjadi salah satu ikon budaya di Kota Medan.(TP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *