Taliban Terbangkan Helikopter Black Hawk, Satu Bergelantung

Internasional

tobapos.co– Taliban dilaporkan menerbangkan helikopter Black Hawk produksi Amerika Serikat di Kandahar, Afghanistan, dengan satu orang anggota bergelantung di bawahnya.
Momen ini tertangkap kamera dan kemudian menjadi viral di media sosial dalam sehari belakangan. Awalnya, para warganet menduga Taliban menggantung warga dari helikopter sebagai hukuman.

Namun kemudian, seorang wartawan kawakan di Afghanistan, Bilal Sarwary, mengatakan bahwa orang yang bergelantung itu merupakan anggota Taliban.

“Pilot Afghanistan yang menerbangkan ini adalah orang yang saya kenal sejak lama. Dia dilatih di AS dan Uni Emirat Arab. Dia mengonfirmasi kepada saya bahwa ia yang menerbangkan helikopter Black Hawk itu,” ujar Sarwary melalui Twitter.

Ia kemudian menuliskan, “Anggota Taliban yang terlihat di sini sedang mencoba mengibarkan bendera Taliban dari udara, tapi tidak berhasil.”

Hasil penelusuran tim cek fakta Reuters juga mengonfirmasi keterangan Sarwary ini. Dalam sejumlah video amatir lain, memang terlihat orang yang bergelantung itu seperti sedang memegang bendera.

Taliban memang secara praktis memegang kendali atas alutsista yang ditinggalkan  militer AS setelah mereka hengkang pada Senin (30/8).
Dengan demikian, The Independent memperkirakan kini Taliban memiliki helikopter Black Hawk lebih banyak ketimbang 85 persen negara dunia.

Penasihat keamanan nasional AS, Jake Sullivan, mengaku tak mengetahui pasti jumlah alutsista yang akhirnya jatuh ke tangan Taliban. Namun yang pasti, alutsista itu mereka serahkan ke Angkatan Bersenjata Nasional Afghanistan, bukan Taliban.

“Black Hawk itu tak diberikan ke Taliban. Semua itu diberikan ke Angkatan Bersenjata Nasional Afghanistan agar dapat mempertahankan diri atas permintaan spesifik dari Presiden [Ashraf] Ghani yang datang ke Gedung Putih dan meminta bantuan tambahan pasukan udara,” ujar Sullivan.

Video ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk para pejabat di AS. Seorang anggota Kongres AS yang sempat mengurus penjualan militer selama Perang Afghanistan, Jim Banks, mengkritik ketergesaan negaranya dalam penarikan pasukan.

Menurutnya, ketergesaan itu membuat AS tak dapat mengurus alutsista mereka yang tertinggal di Afghanistan. Akibatnya, Taliban mendapatkan warisan alutsista yang diperkirakan bernilai total US$85 miliar.

“Dapatkah kalian bayangkan betapa memalukan ketika saya mengetahui semua peralatan itu jatuh ke tangan Taliban? Taliban sekarang punya helikopter Black Hawk lebih banyak ketimbang 85 persen negara di dunia,” katanya.
(sumbercnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *