Tak Ada Kemajuan, Revitalisasi Kota Tua Segera Dilaksanakan 

Headline Pemerintahan

tobapos.co – Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mendukung adanya percepatan revitalisasi kawasan wisata Kota Tua, di Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Pinangsia, Jakarta Barat. Menurut Wagub Ariza, Revitalisasi Kota Tua ini dilakukan melalui sinergi antara Pemprov DKI Jakarta dengan Yayasan Mitra Museum Jakarta.

“Kami pagi ini bersama dengan Mitra Museum Jakarta bersama dengan Dinas Kebudayaan bersama BUMD Jaktour sedang meninjau, mengecek ada program untuk melakukan revitalisasi museum seni rupa, museum keramik, museum bahari, museum wayang dan ini akan jadi rancang bangun dari Kota Tua,” jelas Wagub Ariza di Kota Tua, Minggu (19/07/2020).

Menurutnya, dengan adanya revitalisasi museum di Kota Tua tersebut, Jakarta akan siap untuk menjadi kota pariwisata kelas dunia, yang ditopang dengan kekuatan bisnis, riset, pendidikan, dan seni-budaya yang memadai hasil tangan anak negeri.

“Saya kira, kita butuh kerja sama semua pihak terutama masyarakat dan dunia usaha. Terutama kepada Yayasan Mitra Museum Jakarta, mudah-mudahan kerja sama ini menjadi sinergi yang baik. Kita ingin memastikan bahwa kita memiliki sejarah peradaban yang baik yang harus kita jaga, kita lestarikan, kita publikasikan ke dunia bahwa kita bangsa yang berbudaya dan sehingga nanti ke depan tidak hanya kita tularkan ke anak-anak kita tentang sejarah kita, tapi juga kepada dunia,” tambah Wagub Ariza.

Perlu diketahui, Kawasan Wisata Kota Tua mengalami revitalisasi terakhir pada tahun 2018. Pada Revitalisasi Kota Tua tersebut dilangsungkan di Koridor Kali Besar Tahap I yang dilakukan dalam rangka menyambut Asian Games 2018. Revitalisasi tersebut memiliki skema Public Private Partnership (PPP) atau kemitraan antara pemerintah dan dunia usaha serta melibatkan komunitas.

Yayasan Mitra Museum Jakarta (YMMJ) bertujuan untuk memperbaiki pengelolaan museum-museum di Indonesia. YMMJ memiliki harapan bahwa museum-museum di Indonesia dapat menjadi sarana edukatif dan tempat rekreasi yang memberikan pengalaman positif bagi para pengunjungnya kelak.

Sementara itu, DPRD DKI Jakarta menyayangkan Dinas Kebudayaan DKI yang belum mengoptimalkan kawasan Kota Tua, Jakarta Barat sebagai tempat komersil yang nantinya menjadi pendapatan ekonomi Jakarta. 

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra, M. Taufik mengatakan, harusnya museum yang berada di Kota Tua dirombak menjadi lokasi rapat perusahaan yang bisa disewakan. Hal itu dimaksudkan agar ada nilai ekonomi yang dihasilkan. 

“Bagaimana mengoptimalkan peran museum ( Kota Tua) kenapa museum gak dijadikan sarana meeting room? Siapa saja, jadiin dong,” kata M. Taufik. 

Politikus Gerindra itu pun akan memanggil Dinas Kebudayaan agar wisata sejarah di ibu kota itu diperhatikan diubah menjadi tempat rapat yang nanti ada nilai ekonomi yang masukbke dalam pendapatan daerah. 

“Setiap museum ada meeting roomnya. Nanti kita bilang ke dinas kebudayaan, kamu berdayakan ini museum,” paparnya. (TP 2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *