Syarat & Tata Cara Pencairan BLT/BSU BPJS Ketenagakerjaan Rp 600 Ribu Bagi Karyawan

Ekonomi Headline

tobapos.co – Bukan cuma masyarakat yang lulus seleksi pendaftaran Kartu Prakerja yang akan menerima bantuan, namun Pemerintah juga bakal memberikan bantuan langsung tunai ( BLT) kepada karyawan swasta yang menjadi peserta BP Jamsostek atau subsidi gaji BPJS Ketenagakerjaan dalam program  Bantuan Subsidi Upah (BSU).

Sistematis atau skema perhitungan pencairannya, subsidi gaji karyawan sebesar Rp 600.000 per bulan selama empat bulan atau total Rp 2,4 juta ini akan diberikan setiap dua bulan sekali. Dengan begitu, dalam satu kali pencairan, pekerja akan menerima uang subsidi sebesar Rp 1,2 juta, namun BPU ini hanya bagi karyawan yang gajinya dibawah 5 juta perbulan.

Kemudian syarat dan ketentuan penerima BLT BPJS Ketenagakerjaan BSU adalah peserta yang masih aktif, dengan upah di bawah Rp 5 juta per bulan, berdasarkan data upah yang dilaporkan dan tercatat pada BPJS Ketenagakerjaan. Melalui laporan dari Perusahaan masing-masing.

Baca Juga :   Pencanangan HUT DKI ke-495, DKI Pilih Kepulauan Seribu untuk Semarakkan Wisata

Direktur Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga (Deputi)  BPJS Ketenagakerjaan, Irvansyah Utoh Banja menjelaskan, Pemerintah sudah menerbitkan Permenaker Nomor 14 Tahun 2020 untuk mengatur skema pencarian subsidi gaji karyawan tersebut.

“Permenaker tersebut berisi pedoman mengenai kriteria, besaran dan tata cara pemberian Bantuan Subsidi Upah (BSU). Dan ketentuan lebih lanjut mengenai petunjuk teknis penyaluran bantuan akan ditetapkan oleh Dirjen Kemnaker,” jelas Deputi pada Selasa (18/8/2020).

Syarat lainnya selain gaji bulanan di bawah Rp 5 juta untuk mendapatkan program subsidi gaji BPJS Ketenagakerjaan yakni karyawan yang bukan pegawai BUMN dan BUMD,  bukan PNS, Termasuk bukan TNI/Polri.

Masih menurut Deputi BPJS Ketenagakerjaan, tata cara pemberian BSU atau bantuan 600.000 rupiah dari pemerintah yakni sistematis nya :

  • Data calon penerima adalah diambil dari data karyawan swasta peserta aktif yang dilaporkan perusahaan dan tercatat pada Kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan.
  • Data sesuai kriteria dilaporkan BP Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan kepada pemerintah sebagai pengguna anggaran.
  • Pemerintah memerintahkan Bank yang ditunjuk untuk menyalurkan langsung ke rekening Bank penerima bantuan secara bertahap, sesuai instruksi tahapannya.
Baca Juga :   Pembangunan Ekonomi, Depari Sambut Baik Webinar Pemanfaatan FABA

Selanjutnya untuk kriteria penerima Bantuan Subsidi Upah antara lain:

  • WNI yang memiliki NIK (sesuai eKTP)

Pekerja Penerima Upah yang terdaftar di BP Jamsostek/ BPJS Ketenagakerjaan pada bulan Juni 2020 berstatus aktif.

  • Gaji atau upah yg dilaporkan perusahaan dan tercatat pada BP Jamsostek/ BPJS Ketenagakerjaan  di bawah 5 juta perbulannya.
  • Memiliki rekening Bank karena bantuan Pemerintah ini akan ditransfer melalui rekening penerima. Dan Bagi peserta BP Jamsostek/ BPJS Ketenagakerjaan yang tidak menggunakan rekening bank dalam penggajian atau tidak memiliki rekening Bank, maka perusahaan pemberi kerja diminta melakukan koordinasi dengan Bank dan BP Jamsostek
  • Karyawan bersangkutan bisa meminta perusahaan pemberi kerja, dalam hal ini HRD atau Personalia untuk mendaftarkan nomor rekeningnya ke BPJS Ketenagakerjaan untuk kemudian diverifikasi.
Baca Juga :   Pesimis Swasta Mau Jadi Sponsor, Ujang: DKI Terjebak Terlanjur Bayar Komitmen Fee

“Karyawan yang gaji masih manual dan masuk dalam daftar penerima  BSU bisa juga dibuatkan nomor rekening Bank. Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan akan berkoordinasi dengan perbankan juga membantu di lapangan,” Ucap Deputi lagi.

Diakhir penjelasannya Deputi BPJS Ketenagakerjaan memaparkan, “Untuk memeratakan calon penerima BSU, karyawan juga bisa meminta perusahaan pemberi kerja untuk mendaftarkan dirinya/ karyawan sebagai calon penerima BSU dari pemerintah yang memang benar gaji perbulannya dibawah 5 juta Rupiah ke pihak kami, sekaligus beserta nomor rekening Bank  karyawan yang akan didaftarkan. Bila perlu bukakan atau anjurkan memiliki rekening Bank bagi yang tidak/ memilikinya, agar mempermudah penyaluran BLT/BSU ini” akhir katanya. (LS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *