Soal Stok Vaksin, Widyastuti: Masih Ada, Namun Tidak Banyak

Headline Pemerintahan

tobapos.co – Pemprov DKI Jakarta memastikan memiliki persediaan cukup semua jenis Vaksin Covid-19 berbagai jenis dari Pfizer, Sinovac dan Moderna untuk diberikan kepada masyarakat Ibukota.

Meski demikian menurut Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti, jumlah vaksin berbagai jenis yang diberikan pemerintah pusat tersebut jumlahnya tidak banyak. Widyastuti tidak menjelaskan secara detil jumlah stok vaksin untuk masyarakat itu

“Pada prinsipnya DKI Jakarta sudah diberi vaksin dalam jumlah yang cukup dengan berbagai jenis. Jadi kita imbau apapun jenis vaksin yang diberikan di Jakarta itu akan kita teruskan ke masyarakat,” kata Widyastuti di Jakarta, Selasa (21/09/2021).

Mengingat persediaan terbatas, Widyastuti mengingatkan masyarakat untuk menerima apapun jenis vaksin yang akan diberikan. Lagipula semua merk vaksin sudah melalui standar kajian yang terekomendasi oleh WHO dan Kementerian Kesehatan.

“Kalau misal ada yang tertentu maunya jenis Sinovac tapi adanya Pfizer, ya kita pakai Pfizer. Jadi kita untuk Pfizer, Moderna, Sinovac, ada tapi tidak banyak. Tentu sesuai dengan stok di DKI,” ucap dia.

Widyastuti mengungkapkan dari uji klinis yang telah dilakukan semua jenis vaksin memiliki manfaat dan efektivitas yang sama. Saat diberikan kepada masyarakat, kata dia, jenis vaksin sudah disesuaikan dengan kondisi kesehatan calon penerima vaksin.

“Karenanya, kami mengimbau kepada warga, apapun jenis vaksin yang diberikan adalah yang paling tepat bagi klien atau masyarakat. Jadi bukan inginnya,” ujarnya.

Seperti diketahui Pemprov DKI Jakarta terus menambah target capaian vaksinasi dari sebelumnya hanya 8 juta menjadi 11 juta. Alasannya dari jumlah keseluruhan warga yang sudah mendapatkan vaksinasi, 35 persen merupakan warga ber-KTP non DKI.

Widyastuti menambahkan, Pemprov DKI terus menambah target Vaksinasi lantaran DKI Jakarta merupakan wilayah yang didiami banyak pendataan dari daerah lain.

“Data DKI sangat dinamis. Kita tahu sebagai ibu kota negara yang saat ini ada di DKI bukan ber-KTP Jakarta saja, tapi kemungkinan warga DKI yang masih di luar dan bertugas di DKI,” tutupnya. (TP 2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *