tobapos.co – Penanganan cidera atlet KONI DKI Jakarta selama ini, telah dilakukan sesuai standard kesehatan olahraga. Artinya, atlet yang cedera saat latihan apalagi saat bertanding, harus ditangani semaksimal mungkin.
“Bila ada atlet kita yang tiba-tiba cedera baik saat latihan maupun bertanding, kami telah melakukan langkah seperti pendinginan otot yang cidera,” kata dr Andhika Respati SpKO, dokter spesialis KONI DKI Jakarta, Kamis (11/08/2022).
Hal itu dikatakan dr Andhika dalam acara ‘Obrolan Prestasi Jakarta’ KONI DKI Jakarta yang rutin ditayangkan lewat medsos setiap Kamis pukul 14.00. Host kali ini Agus Susanto, dari Bidang Monitor dan Evaluasi (Monev) KONI DKI.
Dalam OPJ kali ini, juga dihadirkan pembicara Dr Uzizatun Maslikah SPd, MPd, AIFO-P, pelatih cabor ski air dan wakeboard DKI Jakarta.
“Penanganan cidera atlet ini harus dilakukan terarah dengan standard kesehatan olahraga yang maksimal. Saya sarankan jangan menggunakan obat anti nyeri agar tidak menimbulkan efek samping yang fatal,” papar Andhika.
Ditambahkan, penanganan cidera atlet ini harus dilakukan dengan gerakan ringan. Artinya tak perlu dipaksakan agar cepat pulih. Artinya, pemulihan cidera harus fokus ke bagian tubuh yang cidera tanpa meminum obat-obatan. Saran ini juga berlaku untuk masyarakat umum yang berolahraga.
Sementara itu, Dr Uzizatun menambahkan atlet ski air yang mengalami cidera saat latihan seperti nyeri dan keram otot, tetap dilakukan seperti saran yang disampaikan Andhika.
“Atlet ski air yang mengalami cidera saat latihan maupun bertanding, kita lakukan penanganan sesuai saran yang disampaikan Andhika. Artinya, yang cidera itu ditangani secara proporsional sesuai dengan tingkat cidera yang dialami,” imbuhnya. (TP 2)