Pemko Medan Segera Tindak Lanjut Pabrik Dolomit Sunggal Resahkan Masyarakat

Headline Sekitar Kita

tobapos.co – Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan segera menindak lanjuti adanya informasi keresahan masyarakat terkait operasional pabrik pengolahan batu dolomit yang menimbulkan dampak buruk, berupa banyaknya debu, menggangu kesehatan, hingga lokasi yang tak layak.

Penegasan itu diungkapkan Bidang Penegakan Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan ketika disambangi tim media ini, Rabu (22/6/2022).

“Terimakasih informasinya, kita akan turun ke lokasi melakukan pemantauan,” kata staf disana.

Sementara itu, pemilik usaha tersebut meski diketahui membaca pesan konfirmasi yang dilakukan tim media ini, entah mengapa belum membalas. Meski demikian, konfirmasi lanjutan akan terus diupayakan.

Sebelumnya diberitakan, sebuah pabrik di kawasan Kecamatan Sunggal, Kota Medan mengolah batu dolomit diduga hasil pertambangan ilegal. Lokasi pabrik tepat berada di pinggir jalan umum, di Jalan Tapian Nauli.

Baca Juga :   HK Salurkan Bantuan Pendidikan Bagi Siswa Berprestasi dan Kurang Mampu Di Batu Bara

Sementara itu, sesuai Undang-undang No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, juga Peraturan Pemerintah (PP) No 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara disebutkan :

“Setiap orang atau pemegang IUP Operasi Produksi yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan pemurnian, pengangkutan, penjualan mineral dan batubara yang bukan dari pemegang IUP dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah)”

Lebih jauh ditelusuri, pabrik pengolahan batu dolomit itu juga disinyalir beroperasi tanpa memiliki perizinan yang sah, begitu juga dengan kewajiban pajaknya kepada pemerintah layak dipertanyakan, sebab tak terlihat plank tanda usaha.(TP)

Baca Juga :   Pangdam I Bukit Barisan Dukung Kegiatan Positif BKPRMI Sumatera Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *