Pelatihan Kepala Sekolah Penggerak Digelar Dinas Pendidikan Langkat, Sumber Anggaran Dipertanyakan

Headline Korupsi

tobapos.co- Pemerintah Kabupaten Langkat menggelar pelatihan Kepala Sekolah untuk implementasi Sekolah Penggerak.  Namun kegiatan yang diselenggarakan pihak Dinas Pendidikan Langkat tersebut terkesan ditutup-tutupi pihak panitia.

Pantauan wartawan, Rabu (15/3/2023) di lokasi kegiatan pelatihan untuk tingkat Kepala Sekolah SD,  SMP se Kabupaten Langkat di salah satu hotel di Helvetia Medan, panitia seperti menolak keras kehadiran wartawan. 

Bahkan di lokasi saat di llantai V hotel tersebut, terlihat pihak panitia kasak – kusuk dan tak ingin diwawancarai wartawan tentang kegiatan yang sedang berlangsung. “Saya nggak tau Pak, saya cuma pekerja biasa,” kata seorang wanita kepada wartawan. 

Melihat gelagat aksi tutup mulut pihak penyelenggara itu,  diduga ada menyalahi berbau korupsi dalam kegiatan itu.

“Mengapa sangat ketakutan mereka dan  tak ada pihak yang berkenan untuk menjelaskan kegiatan pelatihan kepala sekolah tersebut kepada Wartawan, itu patut diduga ada main curang,” ujar sumber kepada wartawan yang,  Kamis (16/3/2023).

Selain itu,  ungkap sumber lagi membeberkan, kabarnya biaya yang digunakan bersumber dana BOS, yang diduga ada larangan keras memakai dana tersebut disebabkan tidak ada dasar ataupun juknis.

“Kalau menggunakan dana sertifikasi,  apa mungkin mau para guru rela untuk kegiatan yang dikelola, ada unsur pemaksaan pejabat,”  tanya sumber lagi. 

“Pembiayaan kegiatan itulah yang menjadi pertanyaan dan penelusuran.  Sumber dana yang mana mereka gunakan.  Sedangkan dana untuk kegiatan penggerak sekolah telah ditanggung dari Mendikbud. Sebagaimana anjuran Pemerintah Pusat Mei tahun 2022. Kemendikbud Bukan Fasilitator Sekolah Penggerak, tentu biaya dari pusat,” bebernya. 

Ketika Kadis Pendidikan Pemkab Langkat Saiful dikonfirmasi melalui telepon selulernya, tak banyak merespon pertanyaan wartawan. 

Tak satupun pertanyaan mengenai sumber dana yang dikelola dijawabnya.  Saiful melalui pesan whatsaap hanya  menyarankan agar menghubungi panitia yang bernama Silvi. 

“Hubungi aja Silvi Siregar ya lae,” kata  Saiful mengaku dirinya lagi sibuk. 

Sementara Silvi yang dihubungi kru tobapos.co tak mengakui kalau kegiatan tersebut Bimtek. 

“Bukan kegiatan Bimtek, tapi pelatihan Kepala Sekolah,” jelas Silvi. Lanjut disinggung  sumber biaya? Silvi tak berkenan menjelaskan. (MM) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *