Pasar Narkoba Medan Tetap Ramai, Pengelola ‘Kampung Meksiko’ Tak Gentar

Headline Kriminal

tobapos.co – Aktivitas transaksi gelap sabu-sabu hingga penyediaan tempat mengkonsumsi di Pasar Narkoba dan sekitarnya, yang sering disebut ‘Kampung Meksiko’ alias Pante di Jalan Kelambir Lima, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara, masih tetap diramaikan para pecandu dan pengedar. Minggu (18/9/2022).

Para pengelola ‘Kampung Meksiko’ yang terpelihara oknum-oknum petugas itu sepertinya tak gentar. Sebab mereka merasa sudah bayar setoran hingga memberikan jatah dari hulu sampai hilir.

Informasi tambahan, kawasan maupun lokasi Pasar Narkoba terbesar di Kota Medan itu saat ini menjadi incaran para pemodal. Bahkan rumah tanpa seng dan pintu, yang berukuran sekitar 3×4 meter pun laku disewakan Rp 1 juta per bulannya dan mengantri peminatnya.

Baca Juga :   Judi Togel Di Simalungun, Proletar : Dibutuhkan Itikad Baik Kapolres

Banyak lagi sebenarnya kondisi-kondisi yang mengejutkan bila semakin dalam penelusuran di ‘Kampung Meksiko’ alias Pante itu. Dan terus akan digali juga berdasarkan sumber informasi dipercaya.

Mengingatkan informasi sebelumnya, ada sekitar lima gang (jalan kampung dalam kota), bahkan lebih yang sejak sekitar 5 tahun silam dan hingga kini  berubah menjadi Pasar Narkoba terdapat penjualan berbagai macam jenis psikotropika, terletak di Jalan Kelambir Lima dekat Pajak/Pasar Tradisional Kampung Lalang yang dikelola satu jaringan ala Meksiko.

Per harinya diperkirakan bisa menghasilkan omset bersih lima ratusan juta rupiah dari putaran sabu – sabu hingga ekstasi, sewa tempat, alat hisap dan masih banyak lainnya yang sangat – sangat terorganisir.

Baca Juga :   Di Tiga Wilayah, IKWI Serahkan Donasi Kepada Korban Bencana

‘Kampung Meksiko’ atau Pante, nama yang sering disebut para pecandu untuk basis narkoba ter aman di Kota Medan itu, kini seolah telah merdeka tanpa gangguan, bahkan memiliki donatur yang kapan saja siap menggelontorkan dana, seperti perbaikan drainase, memberikan sumbangan, dan lainnya, layaknya di film Robin Hood.

Berulangkali disebutkan, bahwa di balik kuatnya fondasi bisnis merusak generasi yang menjadi musuh bangsa bisa bertahan begitu lama di tempat dimaksud, yakni akibat siraman dan setoran. (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *