Komisi IV DPRD Kota Medan Tinjau Lokasi Tanah Milik Pemko Yang Diduga Diserobot Gunaran/Acai

Advertorial

tobapos.co–Dengarkan aspirasi warga, Komisi IV DPRD Kota Medan dipimpin Paul Mei Anton Simanjuntak dari Fraksi PDI P, Dame Duma Sari Hutagalung, Fraksi Gerindra, dan Antonius D Tumanggor dari Fraksi NasDem Kota Medan turun ke Jalan Industri /Jalan Ringroad depan Ringroad City Work ((RCW). 

Kehadiran para wakil rakyat ini di terima oleh perwakilan warga antara lain, Robert SihotangSH.,MH dan Jakon Tinambunan SH, serta pemilik rumah Raja Toga Manurung beserta Rosma Br.Sinurat, Sabtu (11/7/2020).

Paul Mei Anton Simanjuntak saat memantau lokasi tanah yang sedang berperkara sekitar 4 x 24 meter tersebut, sangat heran, sebab diketahui tanah tersebut adalah roilen jalan dan diketahui tanah milik pemko Medan yang merupakan jalur hijau berdasarkan surat keputusan perdata yang sudah Inkrah dari PN Medan.

Baca Juga :   Disarankan, Perusahaan Daerah Digabung Menjadi Satu

“Dari pinggir parit itu diketahui ada 10 meter yang merupakan roilen Jalan dan untuk jalur hijau. Namun kenapa bisa Gunaran / Acai malah mengklaim tanah miliknya dan membangun tembok yang menutup rumah keluarga Raja Toga Manurung br.Sinurat,”terang Paul.

Sambungnya lagi, pantauan tadi, mereka melihat atas parit telah dicor dan ada beberapa batang pohon yang ditebang oleh dinas pertamanan kota Medan dan diduga disuruh oleh Gunaran yang diketahui juga salah satu pemilik White Coffee di Jalan Ringroad ini.

Untuk itu, Paul didampingi oleh Antonius Tumanggor dan Dame Duma Sari Hutagalung meminta agar Dinas PU Kota Medan, untuk melakukan penindakan atas pengecoran atas parit yang dilakukan oleh Gunaran Cs. 

Baca Juga :   Hasyim Desak Pemko Medan Terbitkan Perwal Juknis Sistem Kesehatan

Sementara itu, Antonius Tumanggur mengaku telah telah mendapat laporan dari pihak Dinas DPKPPR Kota Medan, yakni Cahyadi, bahwa pihak Gunaran sudah diberikan dua (2) kali surat peringatan untuk menghentikan kegiatan pembangunan di lahan yang merupakan masih milik pemko Medan tersebut.

Sementaara itu, Dame Duma Sari Hutagalung, mengatakan akan mengawal terus masalah tersebut sampai pihak Gunaran / Acai mengakui jika tanah yang diperkarakan olehnya adalah milik pemko Medan.

Kembali lagi, Paul Mei Anton Simanjuntak, mengatakan mereka dari komisi IV DPRD kota Medan sudah sepakat, bahwa masalah ini akan kami bawa di Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Senin ini (13/7/2020). Dan memanggil dinas PU Medan, Dinas PKPPR Kota Medan, Satpol PP Kota Medan, Camat Sunggal/Lurah, Kepling dan semua yang terkait dalam masalah tersebut.

Baca Juga :   Komisi A DPRD Asahan Kunjungi DPRD Medan

Dia juga mengatakan akan meminta dinas PU kota Medan membongkar pengecoran parit yang sudah dilakukan, dan kepada Plt.Walikota Medan, untuk mengembalikan fungsi tanah tersebut sebagai jalur hijau.

Usai meninjau lokasi tanah yang dipersoalkan, selanjutnya, wakil rakyat ini pun mohon pamit kepada warga setempat untuk melanjutkan tugas mereka kembali di DPRD Medan. (km5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *