tobapos.co – Buruknya pengelolaan keuangan PT Perkebunan Sumut (PT PSU) adalah tidak lepas dari lemahnya tim menajemen. Selain itu, disinyalir ada kepentingan masing-masing pejabat, baik orang dalam juga pihak lain.
“Bagaimana mungkin, usaha perkebunan sawit merugi. Pengusaha swasta saja hanya puluhan hektar luas lahan perkebunannya mampu membayar operasional dan gaji karyawan,” ungkap anggota Komisi C DPRD Sumut, Zeira Salim Ritonga saat dihubungi wartawan, Kamis (25/1/2024)
“Nah…heran kita,” ujar Zeira mempertanyakan, “Kenapa bisa PT PSU dengan luas ribuan hektar bisa merugi hingga membuat gaji karyawan tertunggak,”.
Persoalan kisruhnya PT PSU jelas tak benar, anak tak bersekolah aja bisa jadi pengelola kebun sawit. “Tidak mungkin rugi PT Perkebunan Sumut, diduga pihak menajemen yang bermain-main,” ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, Zeira Salim Ritonga dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini meminta Penjabat Gubernur Sumut, Hassanudin, untuk mencopot dan mengevaluasi Direktur Utama (Dirut) PT PSU dan seluruh jajaran direksi.
“Copot dan evaluasi Dirut PT PSU beserta Komisaris Utama PT PSU, Lasro Marbun yang dianggap tidak mampu memimpin dan memperbaiki masalah keuangan perusahaan.”
“PT PSU seharusnya menjadi penopang PAD Sumut, namun kredit macet dan manajemen yang tidak efektif membuat kami meminta pencopotan Komut,” tegas Zeira.
Zeira menilai bahwa PT PSU, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), seharusnya dapat memberikan kontribusi positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia juga menyatakan bahwa pengelolaan PT PSU seharusnya tidaklah sulit dan hanya memerlukan pemberian pupuk serta pengawasan yang baik.
Mengingat pinjaman kredit sebesar Rp 200 miliar untuk PT PSU sudah lebih dari cukup, tetapi pengelolaan keuangan dan pembayaran gaji yang tak teratur mengakibatkan situasi semakin memburuk,” tambah Zeira.
Zeira Salim Ritonga yang sedang reses di dapil 6 Labuhan Batu itu turut menyoroti kebijakan pembayaran gaji yang hanya mencapai 25 persen untuk pegawai PT PSU, serta kurangnya transparansi dalam pengelolaan keuangan perusahaan. Ia menekankan bahwa pembayaran kredit yang dilakukan oleh PT PSU belum memberikan kejelasan mengenai arah keuangan perusahaan.
Karena itu, jika kondisi keuangan PT Perkebunan Sumut dinilai terus larut pada kondisi tidak maksimal bekerja dan tidak menjamin ada tindakan tegas untuk mengatasi masalah keuangan dan pembayaran gaji, maka Dewan dari Komisi C membidangi keuangan segera mengusulkan untuk memanggil seluruh jajaran PT PSU untuk mempertanyakan situasi carut-marutnya tim managemant, tegas Zeira. (MM)