Kerja Bagus Kapolrestabes Medan, Meski Perang Melawan Narkoba Di Sarang Jermal 15 dan Sekitarnya Belum Menang

Headline Kriminal

tobapos.co – Masih marak hingga detik ini, sebab dinilai pengaruh big bos narkoba Jermal 15 akarnya sudah menancap kuat di jiwa dan raga masyarakat disana, membuat perang melawan narkoba yang dikumandangkan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak tampaknya belum memperoleh kemenangan.

Kerja bagus mantan Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut itu mendapat apresiasi besar dari publik, dan tidak sedikit masyarakat khususnya warga Kota Medan berharap kerja tuntas tercapai, Jermal 15 dan sekitarnya yang sudah lama menjadi kawasan berbahaya perdagangan dan tempat-tempat mengkonsumsi narkoba juga permainan judi, dapat dirubah menjadi lingkungan yang aman tentram dan sehat.

Hal tersebut di atas diungkapkan elemen masyarakat, Sandro Linda SH yang merupakan Ketua Komunitas Generasi Muda  Bebas Narkoba, Sabtu (18/4/2026), yang diterima redaksi media ini dalam siaran persnya.

“Salut kerja Pak Kapolrestabes Medan,  terhadap sikap tegasnya melakukan perang melawan narkoba yang beredar ilegal di Jermal 15 dan sekitarnya, makanya sebagai masyarakat dan generasi muda dan saya ketua komunitas, kita apresiasi dan dukung itu,”

“Kejahatan luar biasa bandar-bandar, bos  narkoba dalam merusak generasi bangsa sejatinya bukan kerja Polri saja, namun semua elemen bangsa harus bersatu padu saling berkontribusi, terutama lembaga -lembaga penegak hukum lainnya, TNI, BNN bahkan pemerintah daerah juga bertanggung jawab akan maraknya narkoba ini, jadi kita minta semua pihak mendukung pemberantasan tuntas narkoba di Jermal 15 dan tempat-tempat lainnya,” tegas Sandro.

Sambungnya, ” Jangan sampai karena keresahan masyarakat yang sudah memuncak, tragedi seperti di Panipahan Riau mengalir ke Kota Medan Sumatera Utara, kita ingin daerah kita tetap kondusif,” ungkapnya.

Informasi digali dari warga sekitar Jermal 15,  gebrakan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean C Simanjuntak memang cukup keras dirasakan para bos narkoba disana. Banyak barak narkoba yang dijadikan sarang jual beli dan konsumsi sabu, ekstasi dibakar habis, sejumlah bandar, kaki tangan big bos narkoba disana ditangkapi, big bosnya sendiri sedang di DPO.

Tetapi yang menjadi pertanyaan besar masyarakat, mengapa tidak bisa dibersihkan sebersih -bersihnya, apakah karena bos besarnya masih ada berkeliaran merajalela? (Tim/bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *