Kaum Ibu Hancurkan Sejumlah Markas Judi Di Sumut Dapat Apresiasi, Bagaimana yang Dikelola Stanggang Cs?

Headline Kriminal

tobapos.co – Belum lama ini beberapa markas perjudian yang ada di Kota Medan hingga di Kabupaten lainnya wilayah Sumatera Utara dihancurkan para kaum ibu. Pasalnya, mereka menganggap perjudian mengancam ke harmonisan keluarga mereka. Suami hingga anak mereka terkontaminasi candu judi, kehancuran rumah tangga dan banyak dampak negatif lainnya.

Padahal, selain dilarang agama, beroperasinya markas-markas atau arena perjudian jelas-jelas dilarang hukum yang masih berlaku di negara ini.

Beranjak dari kondisi seperti di atas, DPW Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sumut angkat bicara melalui Ketua Umum-nya, Zulchairi Pahlawan SH (foto-doc) menanggapi permintaan tanggapan oleh tim media ini.

Melalui seluler, Zulchairi Pahlawan mengatakan, “Apresiasi apa yang dilakukan para kaum ibu yang menghancurkan lapak-lapak judi itu, karena kemungkinan saja Polri kurang responsif akan aduan –aduan maraknya perjudian di daerah itu,” jelasnya.

Lanjut dikatakan, “Berharap seluruh masyarakat agar sama-sama mengawasi prilaku-prilaku yang tidak sesuai dengan moral dan etika yang ada di lingkungan masing-masing. Sama kita meningkatkan keimanan dan ketaqwaan apapun ajaran agamanya. Agama itu tidak ada mengajarkan yang tidak baik, apalagi cara berinteraksi sosial,” terang Zulchairi lagi.

Di akhir wawancara, Zulchairi Pahlawan juga meminta, “Polri aktif memantau dan tindak lanjut. Apalagi terkait dugaan kriminal yang meresahkan masyarakat, baik judi, narkoba, kami mengutuk keras,” tutupnya. Selasa (12/1/2021).

Bagaimana Dikelola Stanggang Cs?

Informasi terkini diperoleh tim tobapos.co, meski sampai viral pasca diberitakan sejumlah media, bahkan hingga dilakukan konfirmasi ke pihak kepolisian dimana wilayah hukum beroperasinya perjudian besar-besaran dikelola Stanggang Cs itu kini, (Polsek Sunggal, Polrestabes Medan, Polda Sumut), ironinya masih terus berlangsung.

Bahkan baru-baru ini beredar kabar, sejumlah oknum mengaku wartawan turut diduga pula mendapat bagian ratusan ribu per sepuluh harinya, itu diberikan humas Stanggang untuk memuluskan perbuatannya agar tidak mencuat.

Sebelumnya Diberitakan

Dari Komisi A DPRD Kota Medan melalui Abdul Rani telah pula meminta pihak kepolisian menyahuti keresahan warga dengan menutup, menindak tegas pengelola perjudian tersebut.

Untuk diketahui, judi dikelola Stanggang Cs ini gampang berpindah-pindah, sebab ada mobil pribadi yang digunakan khusus untuk membawa para pemain. Soal informasi lokasi yang baru, setiap pemain memang sudah memiliki kaitan Informasi dengan para bandar dan pengelola, sehingga dimanapun berpindah, gampang untuk mendatangkan pemain.

Sebelum di Pasar 5 Padang Bulan/Jalan Bunga Mawar, perjudian dikelola Stanggang ini beroperasi di Jermal 15. Namun setelah didatangi aparat kepolisian setempat, meski belum ada ditetapkan sebagai tersangka sebab diduga kecolongan? Stanggang memindahkan ke lokasi sekarang (Pasar 5 Padang Bulan/Jalan Bunga Mawar). Omset perjudian ini tergolong besar.

Kemarin Polsek Sunggal melalui Kanit Reskrim mengatakan, “Terimakasih infonya kita akan lidik ke TKP, ” kata AKP Budiman Simanjuntak. (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *