Kades Pertengahan Dilapor ke Polres Taput Terkait Penggunaan Dana Desa

Headline Korupsi

tobapos.co – Merasa ada yang tak beres dengan penggunaan Dana Desa, diperparah dengan kesan tidak pedulinya sang Kepala Desa atas pembangunan infranstruktur jalan di desa itu, puluhan masyarakat dan pemuka adat Desa Pertengahan, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara melaporkan Kepala Desa Pertengahan, Marto M ke Polisi. 

Dalam laporannya, Kades Pertengahan, Kecamatan Parmonangan dikatakan curang dan tidak transparan menggunakan dana dari Pemerintah Pusat yakni Dana Desa. 

Dalam surat laporan keberatan ke Polres Tapanuli Utara dengan nomor istimewa tanggal 01 Desember 2021 berisikan Laporan Keberatan Dana Desa Pertengahan,  Kecamatan Parmonangan sebagaimana diuraikan: 1 Dana Desa,  2 Dana Covid,  3. Dana Bansos, 4 Dana Bedah Rumah. 

Masyarakat maupun tokoh adat Desa Pertengahan kepada wartawan mengaku sangat kecewa atas kinerja oknum Kades Marto. 

Surat Laporan yang ditunjukkan menuliskan, oknum Kades itu diduga melakukan pemotongan  dana bedah rumah. Kemudian masyarakat tidak  mengetahui penyaluran Dana Desa untuk digunakan pembangunan atau perbaikan jalan di Desa Pertengahan,  Kecamatan Parmonangan Tapanuli Utara.

Baca Juga :   Hingga Rp 10 Juta, Alumni Kartu Prakerja Bisa Dapat Modal Usaha

Beberapa masyarakat juga tokoh adat yang turut menandatangani laporan pengaduan tersebut adalah, Hotben Manalu (58), Marulak Silaban (45), Apul Silaban (60), Manusun Manalu,  (48), Rospita Manalu (44), Jekson Silaban(49) meminta Penyidik Polres Tapanuli Utara supaya mengusut dan juga menyelidiki dugaan penyalahgunaan Dana Desa sebagaimana yang tertulis. 

“Usut  dan periksa  oknum Kades Marto karena diduga menyalahgunakan jabatannya selaku Kades di Desa Pertengahan dalam mengelola Dana Desa yang dikucurkan dari Pemerintah Pusat,” tegas warga dan tokoh masyarakat.

Sebelumnya, pemuka adat, selama belasan tahun sangat kesal dan kecewa terhadap sikap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara  beserta perangkatnya,  karena di desanya tak merasakan ada perubahan signifikan untuk pembangunan infranstruktur yang diharapkan. 

Baca Juga :   Meriahkan Anugerah Husni Thamrin, Lomba Video Kreatif Digelar IJTI

Hotben Manalu mengeluhkan kinerja pejabat Kades Pertengahan, pasalnya kondisi lingkungan pedesaan ini sangat memprihatinkan. Bahkan terus berkepanjangan selama belasan tahun, meskipun Kepala Desa tiga periode menjabat.

Sementara hasil pantauan, sepanjang 25 KM  tampak ruas badan jalan dua desa tersebut sangat memprihatinkan,  terjal,  ekstrim,  penuh batu batu cadas, curam dan rawan memakan korban bagi pengguna jalan.

Namun pemerintah desa maupun pemerintah kecamatan  seakan tidak bertanggung jawab. Malah terkesan tutup mata, tak peduli dan  merasa tak bersalah. 

“Pertanyaan kami dari masyarakat,  kemana Dana  Desa digunakan selama pak Kades Pertengahan menjabat 12 tahun?” Tanya warga. 

Diperoleh informasi Dana Desa pertahun dikucurkan Pemerinta Pusat sebesar Rp 1 miliar.  Lalu dana itu untuk apa dan kemana digunakan? Kata warga lainnya lagi.

“Ayo, mari  masyarakat  ramai -ramai  mengusut dana rakyat yang diperuntukkan kembali untuk rakyat,” ajak Marulak dengan geram. 

Baca Juga :   Judi Dadu Besar-besaran di Namori Pancur Batu Tantang Kapolrestabes Medan?

Dikesempatan itu,  Rabu (20/1/2022) Kades Pertengahan Marto M dikonfirmasi terkait laporan warganya mengaku dirinya telah diperiksa. 

“Sudah dipanggil dan diperiksa Polres saya,” kata Marto. 

Siap dan akan mempertanggungjawablan laporan warga saya.  “Benar atau tidak benar,  Penyidik Polres dan Kejari Tapanuli Utara yang menentukan permasalahan,”  ungkap Marto dengan enteng. 

Sementara Camat Parmonangan Lammiduk Sinaga yang dikonfirmasi melalui selulernya, Kamis (20/1/2022) mengaku dirinya sedang berada di Tapanuli Utara. 

“Posisi saya sedang di kantor Bupati Taput” katanya.  Ditanya mengenai laporan warga, dia (Camat) bungkam.  Lanjut ditanya  tugas sebagai kontrol  dan pengawasan pihaknya  terkait pembangunan infranstruktur di wilayah kerjanya, Lammiduk berjanji akan menindaklanjuti. 

“Saya baru sebagai Camat Parmonangan, namun begitu kedepannya saya akan menerima masukkan dari masyarakat yang dikeluhkan,” tukasnya. (MM)

1 thought on “Kades Pertengahan Dilapor ke Polres Taput Terkait Penggunaan Dana Desa

  1. Benar atau tidak, pak kades dengan sedemikian rupa, saya sangat merasa geram,,, karena desa itu adalah desa beliau.
    Jika itu benar berarti beliau adalah seorang manusia yang mau kencing di tangga sendiri.
    Buat yang berwenang di dalam masalah ini tolong ketegasan buat masyarakat kecil yang ada di sekitar.. terimakasih.#salam waras.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *