DKI-Kemensos Samakan Data, Dewan Minta Bansos Jangan Dipolitisir

Headline Politik

tobapos.co – Sikap saling sindir antara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan Menteri Sosial Tri Rismaharini yang saling sindir terkait pendataan penerima bantuan sosial (bansos) menuai kritik.

Menurut Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI Rasyidi mengatakan, sebaiknya kolaborasi antara lembaga pemerintah semakin ditingkatkan. Bukan saling serang atau sindir. Mengingat kondisi saat ini tengah pandemi.

“Sebaiknya kerjasama dilakukan dengan baik antara dua pemangku kebijakan. Saling sindir malah mengakibatkan program dan kebijakan tidak berjalan maksimal. Apalagi ini terkait bansos yang mesti cepat disalurkan ke masyarakat yang terdampak pandemi,” kaya Rasyidi, Rabu (04/08/2021).

Politisi PDIP tersebut juga menyarankan, agar kedua pihak segera melakukan validasi data. Ketimbang saling mengungkap kesalahan. Sebab, permasalahan tersebut dikhawatirkan bisa saja dipolitisir pihak-pihak tertentu  mengingat keduanya dikaitkan dengan pencalonan presiden pada Pemilu tahun 2024. 

“Jangan sampai nantinya upaya membantu masyarakat terdampak pandemi malah menjadikan bansos dipolitisir,” tegasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta menyurati Menteri Sosial Tri Rismaharini guna meminta data yang valid agar BST yang tertunda pada 99.450 kepala keluarga penerima manfaat (KPM) bisa segera dicairkan.

Namun demikian Risma malah menyinggung soal perbaikan data penerima BST di DKI Jakarta yang baru mencapai 40 persen.

“Akhirnya kita perintahkan (tim Kemensos) turun. Silakan kalau memang mau ada tambahan dan memang daerah banyak sekali yang menyampaikan tambahan,” kata Risma. (TP 2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *