tobapos.co – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebutkan realisasi belanja daerah yang tercapai hingga akhir tahun 2020 hanya mencapai 88,40%.
“Belanja daerah sampai akhir tahun 2020 dapat terealisasikan sebesar Rp52,11 triliun atau mencapai 88,40 persen dari target yang direncanakan sebesar Rp58,95 triliun,” ujar Anies, Senin (19/04/2021).
Ia menyebutkan realisasi penyerapan anggaran ini meningkat sebesar 4,96 persen jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2019 yang sebesar 83,44 persen.
“Realisasi Belanja Daerah tahun 2020 sebesar 88,40 persen tersebut, antara lain disebabkan karena keterbatasan pelaksanaan kegiatan dikarenakan pembatasan pandemi Covid-19,” tambah Anies.
Selain itu upaya efisiensi yang dilakukan terutama terhadap belanja barang/jasa dan keterbatasan waktu pelaksanaan kegiatan dikarenakan Penetapan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 pada 11 Desember 2020.
Kendala teknis lainnya dikatakan Anies seperti keterbatasan waktu proses pengadaan barang jasa, harga lebih tinggi dari pagu anggaran, belum adanya putusan pengadilan, keterbatasan kegiatan akibat pandemi, revisi Perda, kendala pengadaan spare part yang inden.
“Selanjutnya untuk Pembiayaan Daerah dapat saya jelaskan bahwa Penerimaan Pembiayaan dapat direalisasikan sebesar Rp5,58 triliun atau 90,53 persen dari target sebesar Rp6,16 triliun. Sedangkan untuk Pengeluaran Pembiayaan yang dapat direalisasikan adalah sebesar Rp4,21 triliun atau 94,74 persen dari rencana sebesar Rp4,45 triliun,” lanjut Anies.
Pengeluaran Pembiayaan ini dijelaskan Anies salah satunya dialokasikan untuk Pembentukan Dana Cadangan Daerah sebesar Rp95,68 miliar, Pembayaran Pokok Hutang sebesar Rp33,62 miliar, serta Penyertaan Modal Pemerintah Daerah kepada PT Jakarta Toursindo, PT Mass Rapid Transportation (MRT), PT Jakarta Propertindo, PDAM Jaya, PD Pasar Jaya, PD Pembangunan Sarana Jaya dan PD PAL Jaya sebesar Rp4,08 triliun.
“Dengan realisasi pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah tersebut, maka terdapat Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun 2020 sebesar Rp5,14 triliun,” tandas Anies. (TP 2)