Hasil PCR Ternyata Negatif, Sebelum Dimakamkan, RSUD Duren Sawit Sebut Positif Covid-19

Headline Pemerintahan

tobapos.co – Nasib miris menimpa keluarga almarhum Sarta (71). Saat meninggal di RSUD Duren Sawit, almarhum divonis karena Covid-19. Namun setelah keluar hasil tes PCR usai dimakamkan, ternyata hasilnya negatif.

“Setelah kami desak pihak RSUD Duren Sawit, barulah keluar hasil tes almarhum orang tua kami. Dan mirisnya, ternyata hasil PCR usai dimakamkan negatif,” kata Ust Rohadi, keluarga almarhum Sarta, Minggu (28/02/2021).

Mendapat laporan dari Ust Rohadi, Ketua Jakarta Observer Community (JOC), Dedi Jaya Saputra menegaskan agar gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk segera mencopot Dirut RSUD Duren Sawit Dr Theryoto.

“Seharusnya ini tidak terjadi bila para pembantu gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bekerja secara profesional. Namun karena sudah terjadi penyimpangan, yaitu ‘mencovidkan’ pasien, maka kami minta Anies mencopot Theryoto,” tegas Dedi.

Baca Juga :   Pjs Wali Kota Medan Ingatkan Tetap Jalankan Prokes 3M 

Langkah tegas Anies ini penting agar kasus serupa tidak terulang dikemudian hari. Dan Anies harus blusukan ke bawah untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi di lapangan. Seperti yang dialami almarhum pasien Sarta ini.

“Gubernur Anies harus segera melakukan investigasi secara efektif ke RSUD Duren Sawit karena diduga ada penyimpangan fatal. Anies juga harus segera memanggil Kadis Kesehatan DKI untuk mengevaluasi kinerja Dinkes dalam penanganan Covid 19 dan mencopot Dirut RSUD Duren Sawit,” papar Dedi.

Dedi juga meminta agar Pemprov harus benar-benar memastikan SOP berjalan dengan maksimal. Tujuannya, agar kasus seperti ini tidak  terjadi lagi di Ibukota. Sumber daya yang dimiliki Pemprov DKI harusnya mampu memastikan pasien tersebut terpapar covid sebelum pasien dimakamkan.

Baca Juga :   Dua Oknum Pejabat Pemkab Aceh Tenggara Ditangkap Polrestabes Medan, Ada Narkoba & Wanita Malam

“Banyak kasus pengaduan yang kami terima di Jakarta seperti yang dialami almarhum Sarta ini. Saya kira laboratorium Pemprov DKI cukup banyak dan mampu memeriksa pasien positif atau tidak sebelum dimakamkan. Jangan cari untunglah di penderitaan orang,” ungkap Dedi.

Karena ini sudah menyangkut tindak pidana yaitu pemalsuan data, lanjut Dedi, dalam waktu dekat pihaknya akan melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian. Ini penting demi tegaknya hukum di negeri tercinta tanpa tidak mengurangi rasa hormat akan dedikasi para medis menghadapi Covid-19 ini. (TP 2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *