tobapos.co – Wanita disebut bernama Lihong selaku pemilik perusahaan Global Laundry mengarahkan wartawan untuk melakukan konfirmasi kepada pria bernama Hans terkait gaji pekerja di usaha tersebut (Global Laundry) yang diketahui sangat jauh dari upah minimum yang ditetapkan pemerintah. Jumat (28 Januari 2022).
“Kita (Global Laundry) pun gak ada pendapatan bang,” kata Hans ketika dikonfirmasi media ini mengapa gaji pekerjanya begitu murah, disebut hanya Rp1,1 juta sampai Rp1,5 juta per bulannya, meskipun sudah lama bekerja disana.
Diketahui, ada puluhan lebih pekerja Global Laundry yang beralamat di kompleks Singkarak Boulevard di Jalan Danau Singkarak, Kota Medan itu.
Mereka terdiri dari wanita muda hingga yang sudah lumayan tua. Beberapa karyawan Global Laundry terlihat merasa lelah dengan pekerjaan berat mereka. Bahkan banyak juga yang mengeluh dengan jam kerja yang diberlakukan perusahaan tersebut.
“Iya bang kami masuk jam 8 pagi pulangnya sore dan itu pun tidak tentu jam berapa,” kata seorang wanita yang tidak mau menyebutkan namanya.
Jenis pekerjaan dari mencuci dan juga menyetrika. Global Laundry sudah berdiri sekitar 10 tahun lebih. Perusahaan tersebut memiliki langganan dari hotel-hotel berbintang di Kota Medan dan luar kota.
“Kami menyesalkan dengan adanya kegiatan perusahaan itu yang terkesan mempekerjakan karyawannya seperti sapi perah dan kami minta agar pihak Dinas Tenaga Kerja Kota Medan melakukan tindakan terhadap perusahaan tersebut,” kata masyarakat. (Mri)