tobapos.co – Seputar pengelola layanan publik di wilayah Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara masih ada saja yang belum maksimal.
Padahal sejauh ini dari lembaga pemantau pelayanan publik yakni pihak Ombudsman RI Sumatera Utara telah menyikapi dan menyoroti pihak pejabat publik yang kurang memperhatikan layanan buruk tersebut.
Salah satu layanan buruk itu terdapat di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Medan Sumatera Utara, sampai saat ini masih dalam kategori minim progres.
Kondisi minim progres tersebut diketahui dalam distribusi air bersih dan air minum yang dikelola perusahaan plat merah itu terhadap masyarakat selaku konsumen belum ada perubahan signifikan.
Distribusi air dari PDAM terhadap masyarakat sering macet. Salah seorang warga Kelurahan Beringin Kecamatan Medan Selayang menyebutkan, “Distribusi air setiap hari macet. Kondisi macetnya distribusi air ini diketahui pada pukul 12.00 wib (siang hari) sampai pukul 17.00 wib (sore), setiap hari.”
Keluhan ini juga dialami pihak Kelurahan Beringin. Salah seorang staf Kelurahan Beringin kepada wartawan, Rabu, (3/3/2021) menuturkan, air (PDAM) macet trus.
“Susah kali air ke kantor kami. Pernah kami komplain pihak petugas PDAM Padang Bulan Medan melalui telepon kantornya, langsung seketika itu air lancar. Namun kami kesal lagi, sebab dua hari kemudian kondisi air macet kembali kambuh”, ungkapnya.
Perlakuan terkesan tak adil ini sering berlanjut, dan yang membuat kesal lagi alasan klasik dari pihak PDAM selalu membela diri.
Belum lagi masalah sepihak, yaitu pembayaran rekening konsumen telat membayar dikenakan sanksi denda. Sedangkan perusahaan tak patuh menjual air dengan distribusi macet tak pernah ada tindakan.
“Sangat kecewa perlakukan ini, intinya tak berkeadilan”, kata warga Pinta Sembiring yang juga pengurus ranting partai Kelurahan Beringin.
Dirut PDAM juga diminta warga harus bertanggung jawab atas kerugian mereka. “Harus diganti rugi yang kami alami,” tegasnya.
Kepala kantor PDAM pusat, Bedir Kadi melalui Humas, Humarka Ritonga saat dihubungi wartawan terkesan buang badan.
“Saya berada di luar kota, share aja lokasi nya, atau tanyakan saja kepada Kacab PDAM Padang Bulan.Dia lebih paham dengan wilayah yang ditanyakan. Saya suruh dihubungi bapak ya. Biar Kacabnya yang turun menelusuri lokasinya,” ucap Ritonga mengarahkan.
Berselang kemudian, Kacab PDAM Padang Bulan Umar Hasibuan langsung menghubungi wartawan. Umar bertanya. “Dimana lokasi titik masalahnya. Agar kami cek. Karna baru kali ini konsumen mengeluh,” ketusnya.
Disinggung masalah air macet, Umar mengakui. “Benar akhir-akhir ini distribusi air ada macet. Disebabkan Kondisi debit air. Terimakasih informasinya buat laporan saya ke PDAM Pusat,” jelasnya.(MM)