Kapolrestabes Medan Kombes Valentino : Terimakasih Infonya, Terkait Marak Judi Mesin Jekpot Jermal 15

Headline Kriminal

tobapos.co – Kombes Pol Valentino Tatareda menjabat Kapolrestabes Medan saat ini, menjawab singkat dikonfirmasi wartawan terkait maraknya beroperasi mesin judi jekpot di Jermal 15, Kecamatan Percut Situan, Deli Serdang, Rabu (23/11/2022). “Terimakasih infonya,” kata beliau.

Di tempat terpisah, Pengamat Hukum Dr Redyanto Sidi SH. MH dalam tanggapannya yang dimintai mengatakan, “Aneh juga kalau Kapolres sudah tau ada perjudian namun tidak ada tindakan. Dapat mengarah kepada pembiaran (omission),”

Masih dikatakan pria akrab disapa Redy itu, “Seharusnya juga berterima kasih kepada masyarakat dan media yang telah memberikan informasi, ini wujud kepedulian masyarakat. Untuk itu Kapolres harus lebih peduli dan memprioritaskan untuk memberantas tuntas. Usut juga, siapa tau ada dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu termasuk oknum-oknum nakal.” tutupnya belum lama ini.

Baca Juga :   12 Outlet Holywings Terpaksa Dicabut Pemprov DKI Karena Langgar Aturan

Berulangkali diberitakan, masih segar di ingatan masyarakat, ada perintah langsung dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar tegas memberantas perjudian dalam bentuk apapun.

Tetapi yang terjadi di lapangan sepertinya ada tebang pilih. Ironinya, meski telah disampaikan dan kondisi itu atas laporan informasi keresahan masyarakat, aktivitas perjudian besar-besaran di kawasan Jermal 15 wilkum Polrestabes Medan itu belum juga terdengar pemiliknya ditangkap. Padahal masyarakat sudah lama resah.

Disana (Jermal 15 tanah garapan) , berdekat-dekatan ada sekitar 8 lokasi/titik, di dalam rumah atau warung, menyediakan sedikitnya 10 sampai 20 mesin judi jekpot beroperasi tanpa henti 24 jam sehari. Omset perharinya pun cukup besar.

Baca Juga :   Perda Covid-19, DKI Gunakan Pendekatan Sanksi Administrasi 

“Kalau memang serius, kejahatan sebesar apapun pasti bisa ditindak tuntas Polri sampai ke akar-akarnya. Tapi kenapa memberantas judi seperti itu saja, yang terang-terangan beroperasi sepertinya sulit sekali, gak masuk akal bila memang gak ada campur tangan orang dalam atau dapat setoran?” cetus warga menanggapi. (Man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *