Gunaran Tidak Takut Sama Rekomendasi Ketua DPRD Medan

Advertorial

tobapos.co–Tampaknya tidak ada kata mundur bagi Gunaran alias Acai untuk mempertahankan tanah seluas 5,27 Meter x 23, 7 Meter yang diklaim berdasarkan surat kepemilikan pihak dari Gunaran adalah tanah mereka dan bukan milik pemko ataupun milik Rosma br Sinurat. Sebab, meski telah dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP), dan adanya surat rekomendasi bongkar yang ditanda tangani oleh ketua DPRD Kota Medan, pihak Gunaran terkesan tidak peduli.

Terbukti, lahan yang bersengketa tersebut saat ini sudah selesai dikerjakan oleh pihak Gunaran. Ini diketahui, saat awak media turun meninjau kelokasi yakni di Jalan Ringroad /Jalan Industri, Senin (20/7/2020).

Kuasa hukum Rosma Br.Sinurat, Robert Sihotang, SH.,MH saat ditemui dilokasi mengaku sangat kecewa dan merasa hukum di Negara Indonesia dapat dipermainkan. “Dimanakah lagi rasa keadilan itu. Kenapa Gunaran lebih kuat dari pada Pemko Medan sendiri selaku pemilik tanah yang sah, ada apa ini,”bilangnya.

Sambungnya, sementara ketua DPRD Medan, sudah menandatangani pembongkaran diatas parit dan tembok, namun sangat disayangkan seakan tidak ditakuti. “Saya menduga, Gunaran alias Acai tidak takut terhadap rekomendasi Ketua DPRD Kota Medan tersebut,”ucapnya.

Sementara itu, Rosma Br Sinurat mengaku sangat kecewa atas ulah arogan dari Gunaran yang seolah menganggap hukum di negara ini tidak ada berlaku bagi mereka. “Saya sudah jadi korban, 11 Tahun saya merawat lahan milik pemko Medan ini, semua saya tanami agar tanah terlihat rapi dan indah, namun beberapa tahun terakhir, tiba-tiba petugas dari Dinas Pertamanan mencabut tanaman saya dengan alasan itu bukan milik saya, namun setelah saya cari tahu, ternyata itu hanyalah untuk kepentingan pihak Gunaran alias Acai,”ujar Rosma br Sinurat didampingi suaminya Raja Manurung.

Terpisah, Johannes Hutagalung yang merupakan anggota DPRD Kota Medan dari Partai PDI Perjuangan kota Medan yang juga legislatif dari Dapil 5 kota Medan ini mengaku sangat menyayangkan sikap pemko Medan yang diduga lamban dalam menanggapi aspirasi masyarakat yang diketahui sedang mempertahankan asset milik pemko Medan agar tidak diambil pihak lain atau pengusaha yang tidak berkepentingan.

“Saya ketahui, kalau lokasi yang diperkarakan tersebut adalah roilen Jalan dan bukan milik perorangan. Sehingga aneh saja ketika mendengar ada orang yang mengklaim rolen jalan adalah milik orang tersebut,”ujar Johannes

Johannes Hutagalung yang juga duduk di Komisi II DPRD Kota Medan ini sangat setuju jika pemko Medan kembali menata ulang tanah-tanah yang merupakan roilen jalan agar tidak dijadikan lokasi parkir ataupun lokasi usaha.

“Bagaimana estetika kota Medan bagus, lihat saja, roilen jalan pun sudah banyak dijadikan tempat usaha. Inilah yang harus diperbaiki oleh Pemko Medan sebelum semuanya semakin bertambah parah dan akan sulit untuk merubahnya kembali,”ucap Johannes.(km5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *