Bernyalikah Kapolresta Deliserdang Tutup Galian C Ilegal di Lahan PTPN II, Diduga Rugikan Negara Hingga Miliaran Rupiah

Headline Kriminal

tobapos.co – Janji Kombes Pol Yemi Mandagi pada sambutan pertamanya sebagai Kapolresta Deli Serdang berpesan, kepada jajarannya untuk terus melaksanakan visi-misi Presiden Joko dan Kapolri, apakah hanya pepesan kosong?

Diperkirakan, miliaran rupiah negara dirugikan oleh para mafia Galian C diduga ilegal. Namun Kapolresta Deliserdang sepertinya belum bernyali menutup lokasi Galian C dimaksud, yang berada di lahan PTPN II.

Lokasi Galian C diduga ilegal yang berada di Kecamatan STM Hilir itu, disebut dikelola oleh inisial BJL dan SYF, dan terus beroperasi hingga kini.

Anehnya, hingga kini Polresta Deliserdang dan juga Krimsus Polda Sumut diketahui belum juga melakukan tindakan hukum terhadap para pemilik Galian C tersebut.

Kesan ketidakpedulian aparat berwenang itu membuat para pemilik Galian C semakin berani melakukan aktivitas ilegalnya di lahan negara.

Sesuai yang didapat, kegiatan di lokasi Galian C itu, setiap harinya ramai dipadati truk pengangkut material untuk dijual kepada para pemesan.

Parahnya lagi, aktivitas Galian C diduga ilegal yang berada di lahan PTPN II itu, sebenarnya sudah pernah disampaikan wartawan kepada Kombes Pol Yemi Mandagi selaku Kapolresta Delisedang, dan beliau berjanji akan melakukan pengecekan.

Namun apa lacur? ucapan Kombes Pol Yemi tersebut belum juga berbuah penindakan sesuai tupoksinya.

Bukan itu saja, Kapolresta Deliserdang, Kombes Pol Yemi Mandagi bahkan terkesan menghindar saat dikonfirmasi lanjutan oleh wartawan, terkait masih beroperasinya kegiatan di lokasi Galian C yang diduga ilegal tersebut.

“Mengapa polisi tidak bertindak dan malah terkesan membiarkan kegiatan Ilegal ini. Tanah yang mereka keruk di atas lahan PTPN II itu kan milik Negara. Mereka harus memiliki izin,” ujar warga yang sudah puluhan tahun tinggal di daerah tersebut.

Kombes Pol Yemi Mandagi saat di konfirmasi wartawan pada Selasa 10 Agustus 2021, malah meminta awak media agar menanyakannya kepada Kasat Reskrim.

“Silahkan tanya ke Kasat ya,” kata Yemi singkat kepada wartawan.

Sikap Kapolresta yang dinilai kurang responsibilitas itu tentu saja bisa mengundang tanya. Seperti inikah konsep transformasi Polri yang Presisi digagas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ?

Sehingga, Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Simanjuntak sejatinya harus mengevaluasi para Kapolres bila tidak mendukung konsep Kapolri.

Seperti diberitakan sebelumnya, aktivitas Galian C diduga Ilegal yang beroperasi di Lahan Hak Guna Usaha (HGU): 95 PTPN II, Blok F, Afdeling III, Kebun Limau Mungkur, Dusun II, Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, & di Desa Tungkusan Kabupaten Deliserdang, kian hari diketahui kian marak dan terang – terangan, seolah-olah sudah mendapat restu dari intansi terkait.

Ada dua lokasi di daerah itu yang dimanfaatkan para mafia Galian C itu. Lokasi kedua Galian C itu hanya berjarak beberapa ratus meter.

Masyarakat sekitar juga menyebutkan, aparat kepolisian dirasa sebenarnya sudah mengetahui keberadaan dua lokasi Galian C yang diduga dikelola oleh BJL dan SYF itu.

Namun mengapa sampai saat ini aparat penegak hukum dan pihak PTPN II tidak ada yang berani menggerebek kedua lokasi Galian C yang diduga telah merugikan negara diperkirakan hingga miliaran rupiah tersebut ?

Selain itu, aktivitas Galian C di Kecamatan STM Hilir tersebut telah meresahkan pengguna jalan dan masyarakat sekitar. Pasalnya, sisi kanan dan kiri jalan semakin sempit pada saat truk pengangkut bahan material Galian C itu melintasi.

Banyaknya angkutan truk yang setiap hari – hilir mudik menuju lokasi Galian C itu, membuat masyarakat gerah.

Salah seorang warga yang ditemui di sekitaran lokasi menjelaskan, aktivitas Galian C yang ada di Kecamatan STM Hilir itu ternyata sudah lama beroperasi.

“Masyarakat sebenarnya sudah gerah dengan kegiatan Galian C ini. Kabarnya Galian C yang berada di lahan milik PTPN II itu luasnya lebih kurang 6 Hektar. Untuk lebih jelasnya silahkan tanyakan ke Pihak PTPN II. Apakah pihak PTPN II tidak tahu di lahan mereka merea dijadikan Galian C, atau sebaliknya sudah ada kordinasi,” ungkapnya.

Lanjut warga menduga, mereka (mafia) tidak ada mengantongi izin menggali, apalagi yang mereka gali itu di lahan Negara, dan berharap Polda Sumut dan Polresta Deliserdang segera menangkap oknum pengelola Galian C tersebut.

“Di dekat sekitar daerah ini, ada 4 lokasi Galian C. Salah satunya diduga milik Marga Sitepu dan A. Saya menduga, mereka juga belum ada mengantongi izin secara resmi dari pemerintah untuk membuka Galian C. Sudah saatnya Polisi bertindak, jebloskan para pelaku penambangan ilegal itu. Apalagi mereka menggali di atas lahan PTPN II,” terangnya.

“Penambangan ilegal ini jelas telah merugikan Negara,” tuturnya lagi sembari meminta namanya dirahasiakan demi keamanan .

Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi, saat dikonfirmasi kembali mengenai lahan PTPN II yang dijadikan lokasi Galian C diduga ilegal itu, mengucapkan terimakasih.

“Terimakasih atas informasinya,”pungkas mantan Kapolres Belawan itu, Jumat (9/7/2021). (TP – Sofar Pandjaitan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *